Psikologi

Temperamental

Temperamental (mudah tersinggung) adalah wajar bagi manusia. Temperamen ini sangat berkaitan dengan kondisi psikologis diri, jika keadaan sedang stres atau merasa terdesak pasti temperamen akan lebih tinggi atau cepat naik. Lalu bagaimana mengendalikannya?

Tingginya temperamen seseorang berkaitan dengan ketenangan jiwa/hati dan tingkat kebijaksanaan. Semakin tenang hati/jiwa, maka makin tidak mudah temperamen naik. Makin bijak seseorang, maka semakin baik mengendalikan temperamen karena dia selalu berfikir sebelum berucap atau bertindak.

Karenanya ada dua saran :
Pertama, coba perbanyak aktifitas yang bisa menenangkan jiwa. Misal bagi kita muslim dengan perbanyak dzikir-baca Alquran. InsyaAllah, hati lebih tenang. Lebih hebat lagi jika sekali-kali bangun tengah malam, tahajjud dan merenung di hadapan Allah. Introspeksi diri dan berjanji pada Allah untuk memperbaiki. Dzikir dan Doa adalah obat paling mujarab untuk menenangkan hati.

Saran kedua, Tingkatkan level kebijaksanaan, niscaya kita lebih bisa mengontrol temperamen. Coba jalan-jalan ke toko buku/ lainnya. Baca buku tentang kebijaksanaan/wisdom. Renungkan dalam hati. Bisakah kita menjadi lebih bijaksana? Bijaksana berarti berfikir baik sebelum bertindak, dengan mempertimbangkan sudut pandang kita dan partner.

Dalam kasus temperamen naik, kebijaksanaan akan membuat kita lebih berfikir kenapa saya marah? Hal sepele begini kenapa membuat saya jadi buruk (marah), bagaimana perasaan yang kumarahi?, setelah marah apa akan menjadi lebih baik? Bagaimana jika orang menjauh dari saya jika saya pemarah?, dll. Intinya orang bijaksana akan tahu kapan dia harus marah dan kapan dia harus diam atau memaafkan kesalahan orang.

Terakhir, coba pandang dunia dari perspektif menyenangkan, agar kita tak mudah tegang. Enjoy aja lagi… hal sepele gak usah dibuat tegang sekali ya…Sukses. (Pak Oto)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close