Kesehatan

Mendengkur

TEMPO.CO, Jakarta-Orang yang tidur mendengkur tampak seperti terlelap dengan nyenyak. Namun Dr Huang Chun Hao menemukan, mereka yang tidur mendengkur mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami penebalan arteri karotis dibanding perokok, penderita obesitas, dan bahkan dibanding orang berkadar kolestrol tinggi.

 

“Pendengkur lebih berbahaya dibanding perokok,” kata Huang Chun. Penebalan arteri karotis dapat mengakibatkan pembuluh darah menebal sehingga fungsinya dalam menyuplai darah ke daerah leher dan kepala, termasuk otak, terhambat.
Huang menyatakan mendengkur tanda berhentinya nafas saat tidur (sleep apnea). Itu terjadi karena penyempitan saluran pernafasan, sehingga walau dada naik turun bernafas, tak ada udara yang dapat mengalir. Akibatnya oksigen akan turun sepanjang malam. Para ahli menyatakan, sleep apnea merupakan penyebab utama hipertensi, penyakit jantung, diabetes, impotensi hingga stroke.

 

Huang Chun menyarankan agar paradigma tentang ngorok diubah. Mendengkur selama ini dianggap sebagai suara yang menganggu bahkan dalam pergaulan ngorok selalu menjadi lelucon dan tidak membahayakan. “Jika anda menemukan rekan atau kerabat yang mendengkur, peringatkan. Dengan begitu anda telah menyelamatkan nyawanya,”kata Huang Chun. (Agus Suryono; Rina Hasir; http://www.tempo.co/read/news/2013/08/03/060502107/Tidur-Mendengkur-Lebih-Berbahaya-Dibanding-Rokok)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close