Kristiani dan Hindu

Bagaikan battere

Pada saat memasukkan sebuah baterai kedalam sebuah jam dinding maka jam dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya. Detik demi detik .. Menit demi menit .. Jam demi jam .. Terus bekerja smp baterai itu habis.
Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih, dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak ia tetap berputar Walaupun tak seorgpun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja. Pada waktu bekerja ia tetap menyuarakan KEBENARAN dan selalu bicara apa adanya.

 

Ketika jarum menunjukkan angka 6 iapun berbunyi 6x. Saat menunjukkan jam 9 iapun berbunyi 9x dan begitu seterusnya tanpa dilebihkan atau dikurangi sedikitpun. Ketika Tuhan menciptakan manusia, IA juga memberi “baterai” yaitu nafas kehidupan.

 

Dengan nafas kehidupan maksudnya agar kita bisa bekerja & terus berkarya serta memberi sebanyak2-nya manfaat bagi sesama seperti halnya jam dinding tadi. Selama “baterai” itu masih berfungsi biarlah kita terus melakukan hal2 yang baik & berguna bagi sesama.

 

Tidak usah memusingkan diri dengan pujian & penghargaan. Sekalipun hal2 baik Ɣªήğ kita lakukan tidak dilihat & tidak dihargai oleh orang lain, kita harus terus melakukannya. (Justinus Darmono)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close