Kristiani dan Hindu

Jangan tunggu musibah

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang bekerja di bawah. Setelah mandor berteriak memanggil berulang kali, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaan dan bisingnya alat bangunan.

 

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya uang. 1.000-an rupiah yang jatuh di sebelah si pekerja. Si pekerja memungut uang Rp 1.000 dan melanjutkan pekerjaannya.

Akhirnya dia melempar Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah “sebentar” ke atas. Tapi si pekerja lompat kegirangan menemukan uang Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

 

Akhirnya mandor melempar batu kecil yang tepat mengenai kepala pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor. Cerita ini sama dengan kehidupan kita, Tuhan selalu ingin menyapa kita, tetapi kita selalu sibuk mengurusi “dunia”. Kita diberi rejeki sedikit atau banyak, sering kita lupa menengadah dan bersyukur.

 

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datangnya· Kita kita selalu bilang kita lagi “HOKI”. Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Tuhan. Jadi jangan sampai kita mendapat lemparan “batu kecil” yang kita sebut musibah, agar kita menoleh & bersyukur kepada Tuhan.

 

Tuhan mencintai kita, semoga kita selalu ingat untuk menoleh keatas sebelum Tuhan melemparkan batu kecil. (Andre Wahjudibroto; https://www.facebook.com/ulychea/posts/576945515721233?comment_id=63703372&offset=0&total_comments=9)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close