Psikologi

OR keseimbangan Lansia

KOMPAS.com – Lansia yang tetap aktif ber-OR bukan hanya lebih bugar tapi juga akan menua dengan sehat. Para lansia yang rutin ber-OR lebih mampu bekerja harian seperti mencuci-memasak lebih baik. Penurunan kondisi fisik pada lansia membuat mereka harus lebih berhati-hati berolahraga.

 

“Namun bagi orang tua yang tidak biasa OR, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Misalnya mereka baru mulai rutin ber-OR di usia tua, tidak bisa disamakan dengan yang muda,” kata dr.Grace Tumbelaka, Sp.KO di konferensi pers “Exercise is Medicine” di Jakarta, Jumat (25/4/2014).

 

Orang tua yang tidak biasa ber-OR, sebaiknya mulai OR intensitasnya rendah hingga sedang. Misalnya, berjalan kaki -joging intensitas sedang. “Sebaiknya hindari gerakan melompat. Karena tulang orang tua yang tidak biasa OR sudah mengalami pengeroposan,” kata dokter yang praktik di RS Jakarta ini.

 

Pengeroposan pada tulang meningkatkan risiko fraktur (patah tulang). Sedang melompat merupakan gerakan yang memicu terjadinya fraktur. Jika terjadi fraktur, kualitas hidupnya sangat jauh menurun karena mereka tidak bisa lagi mandiri melakukan kegiatan sehari-hari.

 

Grace menjelaskan, fraktur juga bisa akibat jatuh. Maka untuk menghindari jatuh, orang tua perlu latihan keseimbangan. “Latihan keseimbangan seperti tai chi bagus bagi orang tua. Dalam seminggu baiknya latihan keseimbangan dilakukan 3-4x selama 20-30 menit,” sarannya. (Editor : Lusia Kus Anna; http://health.kompas.com/read/2014/04/26/1350340/Ini.Syarat.Penting.Olahraga.Bagi.Orang.Tua)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close