Info Pusat

Mabes PP P2Tel

Disinilah para pensiunan PT Telkom seluruh Indonesia (P2TEL ), bermarkas, kalau di tentara, disebut MABES (markas besar), alias kantor Pusatnya para Pensiunan Telkom. Kantor atau Markas ini kepemilikan (asetnya) tetap ditangan PT.Telkom, jadi pensiunan hanya “dipinjami” untuk bermarkas.

Semua keperluan yang berkaitan dengan kepemilikan dari aset ini dipenuhi, oleh ‘pemiliknya’, antara lain : pemeliharaan gedung, dibebaskan dari pembayaran listrik, tilpun, fax, leideng, juga ini : pengamanan fisik (ada beberapa Satpam yg ditugaskan disitu/shift ), juga cleaning servis ( 2 orang ) setiap hari, entah apa lagi.

Di markas ini ( sebut saja, PP.P2TEL ), berkantor, dikomandani oleh orang2 yang dulu pernah juga mengomandani perusahaan induknya, PT Telkom, yaitu mantan Dirut dan mantan Wa.Dirut, yang mengkoordinir kantor Cabang seluruh Indonesia, sebanyak 114 cabang ( sekarang setelah di re-boundery/re-strukturisasi, menjadi 109 cabang ), yang menampung ‘mantan para askar tak berguna PT Telkom’ sebanyak lebih dari 32.850 pensiunan.

Didalam kegiatannya, para pengurus, pendukung, dan yayasan2 yang berafiliasi didalamnya, tentulah mempunyai tugas pokok yang mulia, yaitu bagaimana bisa mensejahterakan anggautanya tanpa pandang latar belakang kompetensinya, apakah dia mantan : BoD, VP, GM, SM, Manajer, sampai mantan : tukang kabel, penjaga site mw/radio hf, sopir, pesuruh, samapai dengan janda2/duda2 yg telah ditinggalkan oleh suami/istri nya.

Didalam mengupayakan peningkatan kesejehteraan para anggautanya yg setiap tahun bertambah, juga mengurus setiap anggautanya yang meninggal dunia, termasuk memberikan/mengupayakan santunannya, makanya dimarkas ini juga disediakan “mobil jenazah” yang stand-by, yang dikelola oleh Zakatel Citra Caraka.

Tetapi, tugas utama yang diemban dari tahun ketahun dan terus diperjuangkan oleh pengurus yg silih berganti, adalah bagaimana mengupayakan agar Manfaat Pensiun ( yg populer dikalangan pensiun disingkat dgn MP ), bagi anggautanya bisa terkoreksi oleh lajunya inflasi, layaknya pensiunan PNS/TNI/Polri, yg setiap tahun selalu dikorensi keatas.

Karena masih banyak para anggautanya yang menerima MP dibawah Rp.500.000,- per bulan, sedangkan dikatakan oleh para pakar, bhw disebut katagori orang “miskin” itu yang berpenghasilan dibawah US$.2 / hari.

Mungkin para elit pemilik gedung ini sebagai pemangku jabatan BoD nya, masih sibuk mengurus target dan prestasi masing2. Padahal para mantan pegawainya yg telah mengantarkan perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar dan sukses, menjadi salah satu provider telekomunikasi terkemuka di negeri ini dan kawasan.

Dimarkas ini, pengurusnya lengkap kumpul, setiap bulan, ( kadang2 bisa per 3 minggu sekali, tergantung kepentingannya ), bahasan utama adalah bagaimana mengupayakan kenaikan MP bagi anggautanya, disamping bahasan2 lainnya yang berkaitan kesejahteraannya, antara lain peningkatan pelayanan bagi pensiunan yg meninggal dunia.

Juga memberikan stimulan modal (oleh Zakatel ), membina anggauta koperasi pensiunan ( Puskopentel ), tali asih, Datul, sembako menjelang Lebaran, Bedah Rumah, pelatihan, membuat memoar bagi pendiri, dll, dll. Setiap hari Senin-Jum’at tetap ramai dgn kegiatan lain yang bekaitan dengan bidangnya masing2.

Inilah sekilah tentang Markas kita bersama, Persatuan Pensiunan PT Telkom ( P2TEL ), yang berlokasi di Jl.Supratman N0.48 Bandung, siap untuk menerima siapa saja yang memiliki Kartu Tanda Anggauta, dari DapenTelkom, Yakes Telkom,dan keluarganya atau siapa saja yang ingin bersilaturahmi kesini, mangga, monggo, welcome.

Memang, kita belum punya KTA-P2TEL yang pakai chip, mungkin kedepan, termasuk masing2 pensiunan memiliki email adress sendiri ( bagi yg tidak gaptek dan memiliki kemampuan untuk itu ), maaf. Salam, sehat, sejahtera dan bermartarbat……….! BRAVO, P2TEL. (Cak Moes)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close