Islam

Mengenal Iedul Fitri

IDUL FITRI penutup ibadah puasa Ramadhan. Sepatutnya muslimin merayakan penuh gembira. Pertanyaannya : Sudah benarkah sikap-cara kita dalam memaknai-menyambut-merayakan Idul Fitri?. Ini harus jadi renungan dan muhasabah (introspeksi-evaluasi diri) kita tiap saat, khususnya tiap kali berjumpa Idul Fitri.

Mari kita tengok beragam makna dan penyikapan hari idul fitri ini. Diantara masyarakat ada yang memelesetkan idul fitri (hari lebaran) menjadi hari bubaran dengan arti: bubar puasanya, bubar pula ke masjidnya, bubar baca Qur’annya. Artinya bubar Ramadhan-nya berarti bubar pula ketaatannya.

Banyak juga yang memaknai dan memahami hari lebaran ini hanya identik dengan yang serba baru dan anyar; baju baru, celana baru, jilbab baru, dan lainnya yang serba baru. Ada juga sebagian yang tidak memahami hari Idul Fitri melainkan sekadar ajang pesta kembang api dan ‘perang’ petasan. Meski yang ini sangat berkurang jika dibanding dengan beberapa tahun yang lalu.

Sebagaimana realita selama ini terbangun opini yang sulit diubah, yakni idul fitri itu sama dengan hari mudik massal untuk berkumpul dengan handai tolan. Tentu bukan mangan gak mangan ngumpul, tapi justru ngumpul-ngumpul untuk mangan, karena pada hari raya ini dipastikan di tiap rumah keluarga muslim makanan dan jajanan selalu banyak dan beragam.

Disamping itu telah terbentuk pula kebiasaan yang merata di masyarakat kita, hari idul fitri adalah hari salam salaman, hari maaf maafan, hari saling beranjang sana dan bersilaturrahim antar keluarga, kerabat, handai tolan, tetangga dan sahabat.

Itu adalah sekelumit gambaran tentang beragam pemaknaan, penyikapan dan fenomena seputar hari raya idul fitri di masyarakat. Bukan berarti itu salah. Sebagian benar, baik, positif dan merupakan salah satu sunnah hasanah (kebiasaan baik) yang harus dipertahankan, seperti kebiasaan silaturrahim.

Jika yang dipahami dari idul fitri merupakan penutup dan pelengkap ibadah Ramadhan, hanya seperti itu, tentu sangat tidak tepat. Karena Idul Fitri-Idul Adha adalah 2 hari raya Islam yang ditetapkan Allah sebagai pengganti hari-hari raya yang pernah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam datang.

Hikmah besar di balik momentum syi’ar hari raya idul fitri ini?
1-Hikmah Kegembiraan dan Kesyukuran
2-Hikmah Ketauhidan, Keimanan dan Ketaqwaan
3-Hikmah Kefitrahan
4-Hikmah Kepedulian
5-Hikmah Kebersamaan dan Persatuan (https://www.bersosial.com/threads/makna-dan-hikmah-dari-lebaran-idul-fitri.2406/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close