Pengalaman Anggota

Pengalaman ber-OR di Bandung

Sebagian penghuni mudik atau keluar kota. Seminggu terakhir ini kota Bandung sepi. Kesempatan baik utk berkunjung ke lapangan olah raga.

Lapangan SARAGA-ITB (1,8km dari rumahku) : Lapangan ini untuk kegiatan OR mahasiswa ITB dan siswa sekitar kampus ITB. Pengguna rutin lain, bapak-ibu Dinas Psikologi AD. Fasilitas lumayan : jogging track (gravel), lap tenis, lap basket, lap sepakbola, lap futsal, swiming pools (standard) dan fitness center.

Tersedia senam bersama yg paling menarik bagi ibuk-ibuk. Lokasi terawat dg baik dan bersih. Ongkos masuk Rp2000 (pak DR.Rudi Rubiandini-SKK Migas) doeloe pernah jadi kepala pengelola lapangan ini) Tarif masuk, murah meriah, Rp2000 per-orang, alias Rp100/lap.

Lapangan Tegal Lega (7,4km dari rumahku) : Lapangan ini luas. Isinya cem-macem. PKL ada dimana2. Tersedia urut & pijat (beneran). Jogging track aspal tersedia. Jogging track (tanah) utk athletik tersedia, masuk mbayar lagi Rp3000 per-orang (sepi). Tempat parkir luas sek halei. Lapangan Tegal lega di kelola oleh UPT Konservasi-Pemkot Bdg. Ongkos masuk peron/emplasemen Rp1000 per-orang.

Lapangan GOR Pajajaran (4.78km dr rumahku) : Lapangan ini memakai lapangan sintetis (tartan). Bersih. Atheltic Track standard. Tersedia volley ball court dan basket ball court. Bisa dipake badminton. Ada tribun penonton. Ini lokasi bekas kuburan londo (disebut, Kerkhof).

Sekitar 1973 kuburan di-tutup & di-bongkar, di-ubah menjadi Lapangan OR. (selalu, ketika beraktivitas jogging terpikir-apakah masih ada kerangka londo yg tertinggal, ya?) Lokasi ini terkenal kulinernya, uenak dan cem-macem. Sejak doeloe, tarif masuk ke lapangan ini mahal, Rp10,000 per-orang.

Hari ini saya urutan ke-50 orang yg masuk & beli karcis eceran. Jadi, hitungan enteng, kalau jogging 20laps, jadi ongkosnya Rp500/lap, mahal. Alhasil, sepi pengunjung. Keliatan yg dateng orang berduit. Ini salah kebijakan, mestinya di-bikin murah, agar rakyat dateng dan sehat.

Lapangan Saparua (2.2km dr rumahku) : Lapangan ini termasuk koeno. Ada sejak jaman londo. Bedanya, dulu tak ada pager-keliling (bisa masuk lewat mana saja), sekarang di-pasang pager dan tarik karcis. Jogging track tidak standar, hanya 300m saja. Ada lap basket dan lap badminton.

Penuh kenangan dg lapangan ini, krn saya pertama lapangan ini tahun 1971. Sering kali saya rehat di Jl.Ambon 13 (sebrang lapangan), ini rumah seorang sesepuh Angkatan Moeda PTT, yaitu (alm) Bp.Nawawi Alif (pak Liliek, pak Yani atau pak DjkR pasti kenal). Berhub masuk gratis, saya tidak dapet sobekan karcis.

Di Bandung masih banyak lapangan OR, mis. di CIkutra, Jalan Banteng, Stadion Siliwangi, Gasebu (polusi berat), Stadion Persib (tertutup & tak layak lagi), Cimahi, Jalak Harupat, GOR Gedebage (megreng-megreng jadi tapi tanpa jalan masuk, kumaha ieu ?), etc.

Silahkan sering berkunjung ke lapangan, dari pada ke “rumah sakit”. Pasti ongkos lebih murah di lapangan dari pada di rumah sakit. Semoga menarik. saya hanya menghibur warga pangsiunan P3Tel. Mikir MP terus sudah sebal. Salam, (ThW)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close