Pengalaman Anggota

Siputih burungku

Burungku yang berwarna putih mungkin sudah ada 20 taunan ikut aku. Burung puter putih  pemberian saudara yang kubawa pulang dari mudik ini berkelamin jantan. Beberapa taun terakhir, dia tidak lagi lincah kaya biasanya. Dulu setiap menjelang subuh, selalu ngoceh, membangunkan tidurku.
Makanannya juga aneh, selain biji2an dia hoby makan roti. Itu sebabnya deket dan jinak denganku karena setiap makan roti tawar selalu kuberi. Pernah didampingi pasangannya, betina warna putih juga, tetapi nggak lama tewas dimakan tikus.
Lihat kurungannya yg kecil, aku jadi hiba, apalagi dia jomblo. Mau kulepas, takut dia merana karena sulit mencari habitatnya.
Kebetulan lebaran kemarin, keponakanku mampir dan mau membawanya pulang ke Bojong depok.
Om, burungnya kulepas disangkar besar dihalaman belakang campur ayam kate dan burung lainnya. Kelihatannya lincah dan terus menerus bunyi.
Alhamdulillah, lega rasanya, aku terbebas perasaan bersalah dan dosa, menahan burung bertaun taun tidak pernah terbang karena egoisme manusia. Bahagialah burungki, nikmatilah hidup  bersama teman-temanmu. (Sunarto SA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close