Psikologi

Godaan itu setiap saat

Seorang ibu muda tertegun matanya melihat sebuah gaun yang sangat indah. Tak ada rencana untuk membeli, tapi matanya bolak-balik melihat tag harga yang berkisar di angka 1.999,- “Hampir dua juta…, mahal amat…!”keluhnya.

 

Berkali2 ia bargaining harga dengan pemilik butik. Ia mengeluh anggarannya mepet, tapi ketika sang pemilik butik menawarkan: “Boleh dicoba dulu kog bu, kalo gak cocok ya jangan dibeli…..” – Si ibu menyerah dan mencobanya juga.
Di depan cermin ia kelihatan begitu cantik dengan gaun yang dicobanya, ketegaran hati seorang ibu rumah tangga hampir jebol pertahanannya; tetapi suara halus dari dalam dompetnya masih terdengar: “Jangan beli….ingat anggaran bulan ini sangat terbatas…ingat kebutuhan anak-anak….”
Kekuatan akal sehatnya kembali pulih seiring ia memalingkan muka ketika mengembalikan gaun kepada si pemilik butik: “Lain kali aja jeng…. kalau anggarannya cukup saya ambil yang ini…” suara si ibu lirih hampir tak berani melirik ke arah gaun yang pelan2 lepas dari tangannya.
“Wah, saya gak berani jamin lain kali gaun ini masih ada, sudah tiga orang yang menawarnya lho bu, mereka kelihatan sangat cantik ketika mengenakan gaun ini….” Jawab si pemilik butik dengan nada datar. “Apa??? mereka kelihatan lebih cantik daripada aku dengan gaun itu???”

 

Suara batinnya memelintir pernyataan si pemilik butik yang sebenarnya hanya mengatakan “Orang lain kelihatan sangat cantik” tidak ada maksud membandingkan dengan kecantikan dirinya.
Tapi kadang naluri wanita berkata lain. Soal anak bisa ditahan, soal anggaran mepet bisa dimengerti, soal menunda keinginan bisa diikuti… Tapi soal sesama jenis yang akan mengalahkan kecantikannya???

 

Nanti dulu! Tahu2 gaun itu sudah terbungkus rapi dalam tas belanjanya dan tiba2 saja ia menemukan dirinya sedang memamerkan gaun barunya di depan suaminya yang senyam-senyum sambil geleng2 kepala. “Bu, ingatlah, ketika Dia digodai setan serta merta Ia mengatakan “Enyahlah engkau setan!” dan setanpun meninggalkanNya. Harusnya ibu juga bisa mengatakan yang sama untuk mengalahkan godaan berbelanja gaun yang sangat mahal itu…” suaminya berusaha menasehati isterinya.
“Iyaa…aku sudah mengatakan hal yang sama mas. ketika aku berkata “Enyahlah engkau setan!” setanpun meninggalkan ku. Tapi dari kejauhan setan masih sempat berkata: “Bu, dari jauh pun ibu kelihatan cantik sekali lho dengan gaun itu…” dan akhirnya aku luluh juga…” Isterinya berusaha membela diri…
Godaan itu selalu menemukan jalannya untuk meluluhkan hati orang beriman… Ingatlah, godaan terbesar dalam hidup seringkali tidak datang dalam bentuk yang menakutkan dan yang mengancam hidup kita. Sering terjadi, kita jatuh justru dalam hal2 kecil yang kelihatannya baik dan masuk akal; tapi pada akhirnya menjerumuskan kita… (Justinus Darmono; https://www.facebook.com/132876740077339/photos/pb.132876740077339.-2207520000.1414913247./833864596645213/?type=1)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close