Aku cinta IndonesiaIptek dan Lingk. Hidup

5 Perusahaan asing minat ikat kontrak rumput laut 700M

Lima perusahaan Tiongkok dan Singapura menandatangani kesepakatan dagang pembelian rumput laut Indonesia. Nilai transaksi kesepakatan dagang dengan kedua negara tersebut bernilai US$58 juta atau setara Rp782,71 miliar.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan dunia internasional selama ini mengakui kualitas rumput laut Indonesia. Nus mengatakan setidaknya, Indonesia kini merupakan pemasok utama rumput laut internasional.

“Dengan pangsa sebesar 26,50 persen dari total US$1,09 miliar permintaan dunia. Lebih tinggi ketimbang negara pesaing seperti Chile, Korea Selatan, Tiongkok, dan Filipina,” kata dia melalui siaran pers, Minggu (2/8

Nilai kontrak dari sejumlah importir Tiongkok, yakni Foodstuff Green Fresh (Fujian) Foodstuff Co Ltd, Xiamen DSC Import & Export Co Ltd, dan Fujian Province LVQI Food Colloid Co Ltd untuk rumput laut dari PT Phoenix Jaya mencapai angka US$24,6 juta.

Pembelian rumput laut melalui perusahaan Shanghai Brilliant Gum Co Ltd kepada PT Rika Rayhan Mandiri mencapai US$24 juta. Perusahaan lain yang juga mencatatkan kesepakatan pembelian rumput laut adalah PT Sumber Makmur dengan transaksi sebesar US$5 juta, PT Agro Niaga senilai US$3,4 juta, dan PT Simpul Distribusi senilai US$1 juta.

Sementara perusahaan asal Singapura yaitu Gills & Fins Pte Ltd melakukan kontrak kerja sama produk rumput laut dengan PT Jaringan Sumber Daya sebesar US$500 ribu. Jenis yang dibeli adalah rumput laut kering.

Berdasar data Kementerian Perdagangan, volume ekspor rumput laut Indonesia di tahun lalu tercatat meningkat 39,25 persen dibanding tahun sebelumnya. Perdagangan rumput laut sepanjang periode semester pertama tahun ini mencapai US$75,73 juta.

Permintaan dunia yang tinggi, terutama produk rumput laut kering, diolah menjadi bahan baku makanan olahan, makanan hewan peliharaan, hingga bahan makanan tambahan, pengendalian pencemaran dan bahan kecantikan.

Menurut Nus, hal tersebut merupakan tantangan bagi pelaku usaha rumput laut untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan kualitas budidaya rumput laut Indonesia. Pelaku usaha juga diminta meningkatkan produksi produk rumput laut yang bernilai tambah.

Sebab angka tren ekspor komoditas ini terus meningkat, kata Nus. Menurut dia, permintaan rumput laut meningkat hingga 11,06 persen dengan negara tujuan ekspor terbesar yakni Tiongkok, Filipina, Chile, Korea Selatan, dan Vietnam. (Q-1; http://www.mediaindonesia.com/misore/read/2709/Ikat-Kontrak-Rp700-Miliar-Lima-Perusahaan-Asing-Minati-Rumput-Laut-Indonesia/2015/08/02)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close