Psikologi

Kepuasan berkorban untuk orang lain

Anda pasti sudah merasakannya, dalam lingkup besar atau kecil. Termyata membantu orang lain yang sangat butuh pertolongan, akan memberi kepuasan tersendiri bagi kita. Ada kebanggaan kita telah berhasil melakukannya. Kepuasaan itu sifatnya langgeng, abadi, dan terus melekat. Padahal, kita kehilangan waktu, tenaga, dana, dan atau materi, bukan?

Ya, itulah misteri manusia yang sulit dijelaskan dengan nilai2 duniawi atau logika. Bahkan, tidak terjelaskan, dan hanya bisa dirasakan dan dialami sendiri. Kita dapat memberi penjelasan yang mendekati, yaitu dari pinggirannya saja, tidak terhadap intinya.

Macam2 bantuan luhur, bisa diberikan, misalnya urunan beli gerobak untuk jual sayuran, mengentaskan seorang terpuruk, atau memberi uang sekolah setiap bulan untuk anak suatu keluarga. Dapat berbentuk bukan materi, seperti mendampingi seorang yang putus asa kehilangan orang dekat atau terkena musibah kehilangan harta benda, dll.

Di bawah ini contoh kepedulian luar biasa dari seorang muda dari Angkatan Laut yang oleh perawat disangka anak dari pasien yang menunggu saat2 terakhir hidupnya, dan dijalaninya demikian. Ternyata dia sebenarnya ke RS untuk memberitahu seorang pasien bahwa anaknya, teman seperjuangan gugur.

Tanpa mengetahuinya, ternyata bapak itulah yang dia dampingi sepanjang malam sampai akhir hayat adalah yang dicarinya. (AphD; “THIS HAS TO BE WHAT GIVING IS ALL ABOUT.”)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close