Aku cinta IndonesiaWisata dan Kuliner

Batik makin diminati turis asing

SEBAGIAN masyarakat Ibu Kota makin berminat mengenal batik dan mempelajari cara membuatnya. Bahkan, anak-anak usia TK dikenalkan pada batik agar mereka cinta warisan budaya Tkita. Banyaknya peminat belajar membatik dan mengenal batik lebih dalam, salah satu tempat belajar membatik yang terletak di Jalan Palbatu IV No 14, Tebet, Jakarta Selatan, kini nyaris tidak pernah sepi dari pengunjung.

Bahkan, galeri batik milik Budi Dwi Haryanto dan Budi Darmawan yang diberi nama Kampung Batik Palbatu tersebut juga makin diminati wisatawan asing. Tidak mengherankan bila puluhan wisatawan suatu hari terlihat memegang canting dan menorehkannya pada sehelai kain yang telah dipola di tempat tersebut.

Salah seorang pengajar sekaligus perajin batik di Kampung Batik Palbatu, Ani, 46, menyatakan, terakhir kali, turis asing yang datang bersama pemandu wisata untuk belajar membatik berasal dari Korea dan Amerika, beberapa waktu lalu. Menurutnya, mereka terlihat sangat antusias untuk mengetahui bagaimana batik Indonesia diproduksi.

Oleh karena itu, para wisatawan sangat menikmati belajar di Kampung Batik Palbatu. Sementara itu, murid-murid taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) belajar membatik di galeri yang didirikan pada 2011 tersebut sekaligus untuk mengisi waktu libur. Namun, ada juga murid SMA yang sengaja belajar karena akan mengikuti lomba membatik antarsekolah, hingga mahasiswa yang ingin membuat skripsi tentang membatik.

“Yang paling sering, pelajar datang karena ingin ikut lomba membatik. Bersama guru, mereka langsung datang ke sini untuk belajar membatik selama tiga hari,” katanya, beberapa waktu lalu. Menurutnya, dalam proses belajar membatik, pengunjung dapat membatik pada kain yang paling kecil, seukuran sapu tangan.

Setelah lancar, barulah beralih ke bahan yang lebih lebar. Demikian halnya dengan motifnya, saat mulai belajar terlebih dahulu denmgan motif sederhana, kemudian beranjak ke motif lebih sulit. Belajar membatik selain memerlukan kesabaran dan ketekunan, juga dibutuhkan keteraturan, sehingga menghasilkan motif yang bagus.

Untuk membuat motif batik, pengunjung dapat langsung menjiplak dari motif yang sudah ada, atau membuat sendiri sesuai yang diinginkan. Dilanjutkan pada tahap pewarnaan, kemudian pencucian.

Paket belajar
Untuk mendapatkan pengetahuan mengenai cara membatik di tersebut, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cukup membayar Rp75.000, bisa belajar membatik pada sehelai kain ukuran sapu tangan atau 35 x 35 senti meter (cm) dan kain batik hasil karya pengunjung bisa dibawa pulang.

Adapun, untuk belajar membatik pada kain berukuran 40 x 130 cm atau seukuran syal, biayanya Rp220.000. Kampung Batik juga menerima program paket belajar dengan biaya Rp1,5 juta untuk membatik pada 5 helai kain seukuran sapu tangan, 3 helai kain seukuran syal, dan 1 helai kain panjang atau 2,5 meter.

“Semua peralatan kami siapkan, mulai dari kain, canting, malam, dan pewarna. Pengunjung tinggal datang saja,” terang Ani. Ani mengaku sebelumnya juga tidak memiliki keahlian membatik. Ia bisa membatik setelah belajar bersama-sama warga Palbatu di galeri tersebut. Kini, setelah lihai membatik, ia justru memproduksi batik untuk Kampung Batik Palbatu.

Hampir seluruh batik yang ada di Kampung Batik Palbatu adalah karyanya. Setiap helai batik buatannya ditawarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta, untuk kain batik warna alam. “Yang warna alam memang lebih natural, lebih tahan lama, dan tentu dapat terus eksis. Prosesnya juga jauh lebih lama, karena perlu me-ngombinasikan bahan dengan warna yang dihasilkan,” tuturnya
http://www.mediaindonesia.com/mipagi/read/14142/Makin-Diminati-Wisatawan-Asing/2015/08/07)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close