Opini dan sukses bisnis

Bermodal Ketok mampu hasilkan 250Jt/bulan

Jakarta, Otomania-Bisnis sektor otomotif itu menggiurkan. Dari yang bermodal besar, sampai kecil bisa hidup menggeluti bisnis ini. Contoh bengkel Ketok Magic, di sektor informal hasilnya menjanjikan. Tak sulit cari bengkel ketok magic di Jakarta.

 

Supriyanto, salah satu pengusaha di bidang ini. Pria asal Blitar, Jatim ber-usaha bengkel Ketok Magic di Ibu Kota 1986 dan beroperasi hingga kini. Meski melalui berbagai perubahan zaman, generasi, dan tren, bengkelnya tetap diminati. Tak pernah sepi pelanggan membuat bengkel Supriyanto jadi salah satu rujukan perbaikan bodi mobil kalau terjadi kerusakaan.

“Kalau lagi ramai per bulan (omzet) Rp 250jt, kalau sedang Rp 200 jt, dan jika sepi Rp 100 juta,” kata Supri, pemilik bengkel Ketok Magic PH Supri yang di Jalan Raya Kalibata, No.20, Cawang III, Jakarta Timur.

Supri menceritakan, sebelum di tempat yang sekarang, ia sudah berkelana di sejumlah wilayah Jakarta. Pertama datang ke Ibu Kota, pria ramah ini membuka bengkelnya di Jatiwaringin, Jakarta Timur, kemudian pindah ke Pos Pengumben, Jakarta Utara, dan terakhir di Kalibata, Jakarta Selatan.

Pelanggan Ketok Magic PH Supri ini tergolong banyak, buktinya setiap hari selalu ada mobil yang diperbaiki dari penyok kecil sampai yang terparah bodi ringsek. Harganya dipatok Rp 500.000 hingga puluhan juta atau tergantung tingkat kerusakannya.

“Kami dalam mengerjakan mobil tidak ingin sembarangan. Semuanya harus terlihat seperti aslinya. Meskipun dikerjakan lebih lama, tapi hasilnya maksimal karena kami tidak ingin citra bengkel kami jelek di mata konsumen,” katanya.

 

Belajar dari nol
Ketok Magic itu, menurut Supri bukan hal berbau mistis tapi lebih pada keahlian dan keterampilan serta keuletan seseorang memperbaiki bodi mobil penyok sampai normal. Ia menceritakan, keahliannya ini didapat benar-benar dari nol. Sebelum hijrah ke Jakarta, ia menjadi anak buah Mbah Tutur

 

Mbah Tutur itu sendiri menurutnya adalah pencetus Ketok Magic, atau di Blitar disebut dengan “Kenteng Teter”. Saat itu ia bekerja menjadi kacung dan memperlajari apa yang diajakarkan, sampai akhirnya memutuskan untuk pindah ke Jakarta untuk membuka bengkel sendiri.

“Kalau bicara keahlian tergantung masing2 pribadi, kalau tidak ada bakat, selama 5 tahun tetap jadi anak buah. Tapi kalau punya skil kurang 5 tahun bisa mandiri,” ujarnya. (Azwa; Ferdian; KompasOtomotif; http://www.otomania.com/read/2015/10/19/122700030/Hanya.Bermodal.Ketok.Mampu.Hasilkan.Rp.250.Juta.per.Bulan)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close