Psikologi

Ibu Iriana di kelas Ekonomi Garuda

Jakarta-Keluarga Presiden Jokowi kembali menunjukkan kesederhanaannya. Pada (9/12/15) dalam perjalanan dari Solo-Jakarta Ibu Negara Iriana Jokowi naik pesawat GIA kelas ekonomi. Tak ada kehebohan yang merepotkan penumpang lain saat Iriana naik dan berada di dalam pesawat.

Motivator nasional di bidang Leadership and Happiness dari ILM Arvan Pradiansyah yang di kelas bisnis itu awalnya tak sadar ada Ibu. Saat itu Arvan satu-satunya penumpang di kelas bisnis. Dia yang awal masuk ke pesawat. Saat penumpang kelas ekonomi naik semua, Arvan belum sadar ada Ibu Negara.

“Saat itu saya melihat lelaki yang sepertinya pernah saya tahu. Tapi saya lupa, lalu saya lanjut baca buku. Saya tak perhatikan penumpang lain,” kata Arvan saat dihubungi detikcom (10/12/15). Hingga jelang turun, Arvan baru tahu ada Iriana di dalam pesawat. “Menjelang turun saya tanya ke pramugari apa ada garbarata atau tidak nanti,” kata Arvan.

“O pasti ada (garbaratanya), karena ada tamu istimewa,” jawab Arvan menirukan pramugari. Menurut si pramugari, Iriana Jokowi duduk di kursi nomor 21 E. Penasaran, Arvan yang turun duluan sengaja menunggu di luar pesawat. “Benar saya lihat Ibu Iriana berjalan bersama anak laki2nya dan seorang asisten : Mbak Mida,” kata Arvan.

Arvan mengaku tak melihat kehebohan Paspampres yang bikin repot atau mengganggu penumpang lain. “Saya tidak merasa tergganggu, tidak merepotkan seperti dikhawatirkan orang jika Presiden naik kelas ekonomi akan mengganggu penumpang lain. Nggak sama sekali,” kata dia. Dalam pandangan Arvan, Iriana adalah VVIP ramah. Terbukti saat Arvan memperkenalkan diri disambut hangat oleh Iriana.

Arvan yang duduk di kelas bisnis malu dengan Iriana karena sebagai istri orang no-1 mau naik di kelas ekonomi. “Waduh Ibu kenapa duduk di kelas ekonomi, saya jadi nggak enak,” kata Arvan ke Iriana. Menurut Arvan, Iriana menjawab,”Nggak apa-apa Mas, sudah biasa.”

Jelang pisah, Arvan minta berfoto bareng dengan Iriana Jokowi. Hasil foto itu diposting Arvan di akun Twitternya. “Bertemu Ibu Iriana dlm penerbangn Solo-JKT. Sy di kls bisnis, Ibu Iriana di kls ekonomi. Luar biasa. Salut”. (erd/nrl; http://news.detik.com/read/2015/12/10/194915/3092909/10/motivator-arvan-saya-di-garuda-kelas-bisnis-ibu-iriana-di-ekonomi-salut)-FatchurR

 

Catatan Redaksi : Itulah contoh, walau bergelimang fasiltas dan uang cukup, tapi beliau hanya di kelas Ekonomi (FR)

————

 

Berikut sajian lain :

  1. Satu cerita dengan 2 sudut pandang
  2. K I T A adalah
  3. Hobi MARAH. “Marah = Bunuh Diri”
  4. Jelang ajal pria ini baru tahu wajah ke-4 istrinya
  5. Usia 60 an th ke atas
  6. Palembang

—————

 

Satu cerita dengan 2 sudut pandang
Seorang penulis terkenal duduk di ruang kerjanya, dia ambil pena, dan menulis :
Tahun lalu, saya dioperasi mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang.
Di tahun sama saya yang 60 th dan harus keluar dari pekerjaan yang saya senangi dan tekuni 30 thn.

Di tahun yg sama saya ayahku tercinta wafat. Masih di tahun sama anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel kerusakan mobil itu bentuk kesialan di tahun itu.

Akhirnya dia menulis :
Sungguh, Tahun yang sangat buruk
Istri penulis masuk ke ruangan dan menjumpai suaminya sedih dan termenung. Dari belakang istri melihat tulisan suami. Perlahan ia mundur dan keluar dari ruangan, 15 menit. Dia masuk lagi dan meletakkan kertas berisi tulisan :

Tahun lalu saya berhasil menyingkirkan kantong empedu yang ber-tahun2 membuat perut saya sakit.
Tahun lalu saya bersyukur bisa pensiun dengan kondisi sehat wal’afiat. Kini saya bisa menggunakan waktu saya untuk menulis dengan fokus yang lebih baik dan penuh kebahagiaan.
Pada tahun yang sama ayah saya yang 95 tahun, tanpa kondisi kritis menghadap Allah SWT.

Dan masih di tahun yg sama, Allah SWT melindungi anak saya dari kecelakaan hebat. Mobil kami rusak berat akibat kecelakaan, tapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun.
Pada kalimat terakhir ia menulis : Tahun itu penuh limpahan rahmat Allah SWT luar biasa dan kami lalui dengan takjub.

Sang penulis tersenyum dan mengalir rasa hangat di dadanya atas interpretasi rasa syukur atas tahun menakjubkan yang dilewatinya. Di dalam hidup ini kita harus mengerti bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. Namun rasa syukurlah yang membuat kita bahagia. Berlatihlah melihat suatu masalah dari sudut positif. Be grateful for what you have and stop complaining. (Muchisam-72)-FR

————-

 

K I T A adalah :
Lelaki-lelaki tua…
Wanita-wanita tua…
Sisa sisa pesona masih ada…
Dibalut keriput yg mulai kentara…
Senyum indah masih tersisa…
Canda ceria juga masih ada…
Musik2 jadul jadi teman setia…
Sekolah bersama..
Namun jalan hidup berbeda-beda…
Menjelang renta, Allah mempertemukan kita sambil mengenang masa muda yg pernah ada…
Mari kita nikmati masa ini bersama…
Sebelum satu demi satu kita tiada…
Sebelum yg nyata ini menjadi fana…
Terima kasih teman2 di masa muda…
Terima kasih teman2 di masa tua (M. Budhi R-72)-FR

———-

 

Hobi MARAH. “Marah = Bunuh Diri”
Ketika seseorang marah, stress, kecewa, ketakutan maka otak mengeluarkan hormon noradrenalin. Dr. Shigeo Haruyama menyatakan hormon ini menempati urutan ke-2 dalam racun alami setelah bisa ular.
Jika sering marah, tak sabar, cemas, stress, khawatir, 3D (dendam, dengki, dongkol), dst maka hormon2 itu dihasilkan untuk merusak tubuh. Alhasil Anda kelihatan lebih tua dan sering sakit2an.

Riset di Eropa menjelaskan sebagian besar pasien penderita diabetes, stroke, serangan jantung, dan penyakit berbahaya lain sering dialami oleh orang yang suka marah, dendam, stress, dst.

“Jadikan maaf dan sabar sebagai penolongmu”. Ungkapan ini ketika orang yang gemar memaafkan, sabar, sering rileks, berpikir positif malah menghasilkan hormon kebahagiaan atau hormon cinta yang disebut endorfin = endo (dalam); morfin. Hormon ini berkekuatan neurotransmiter dalam saraf yang melebihi morfin narkoba yang berdampak pada kesehatan kita.

Jadi mulai sekarang tentukan kualitas hidup Anda! Mau jadi pemarah, pendengki, pendendam, ATAU penyabar, pemaaf, penuh kasih sayang? Tambahan : Orang yang sering gosip pun akan menghasilkan hormon beracun tersebut. So, stop gosip. (Mahmur S-72)-FR

————

 

Jelang ajal pria ini baru tahu wajah ke-4 istrinya
Kenyataan mengenaskan. Ia mencintai istri ke-4nya. Ia memberi pakaian terbaik, makanan termewah, melindungi sepenuh hati, dan memberi segalanya terbaik. Ia mencintai istri ke-3nya. Ia bangga padanya, ia selalu memamerkan ke teman2nya. Kadang ia takut istri ketiganya akan direbut lelaki lain.

Ia mencintai istri ke-2nya. Istrinya ini lemah lembut dan penyabar dan dekat dengan dirinya. Tidak perduli apapun, ia pasti mencari istri ke-2nya ini, dan istrinya selalu menemukan jalan keluarnya. Istri pertama pria ini setia, ia rela berkorban bagi keluarga. Seberapa besar pun cinta istri pertama ini pada suaminya, suaminya tidak mencintainya, bahkan sering melupakannya. Suatu hari, pria ini sakit keras.

Ia tahu hidupnya tidak lama lagi. Ia berpikir ada 4 istri menemaninya, namun ia akan sendirian setelah mati, alangkah sepinya. Akhirnya ia berkata ke istri keempatnya, “Sayang, aku berikan kamu semua yang terbaik. Sekarang aku akan segera pergi, apa kamu akan mengikut saya, pergi”
“Nggak mungkin!” Istrinya mengatakan hal ini lalu pergi. Jawabannya menyakiti hati pria ini.

Dengan sedih ia bertanya ke istri ketiganya, “Aku begitu mencintaimu seumur hidup,kini saya segera pergi, apa kamu bersedia menemaniku?” “Tidak!” jawab istri ke-3nya, “Hidup sangat indah, orang yang mengejar aku banyak, kalau kamu mati, aku akan menikah lagi” Pria itu terdiam, hatinya dingin.

Ia tanya pada istri kedua “Kamu selalu membantuku menyelesaikan masalah2, kini aku butuh bantuanmu lagi. Setelah aku mati, apa kamu rela menemani aku?”. “Maaf sayang, kali ini saya tidak dapat bantu” jawabnya. “Saya cuman bisa antar kamu sampai di makam” Jawaban ini menghancurkan hati pria ini.

Saat itu datanglah suara, “Aku rela mengikut kamu kemanapun. Ke surga atau neraka” Ketika pria itu menoleh, ia melihat istri pertamanya disana. Ia sangat kurus dan kurang gizi. Pria itu berkata, “Aku seharusnya menjaga kamu baik-baik, tapi…………….”

Kenyataanya sobat cerpen, dalam hidup ini kita juga punya ke-4 istri ini :
4. Istri ke-4 adalah penampilan kita. Bagaimanapun kita menghabiskan waktu merawatnya agar tetap sempurna, ia akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
3. Istri ke-3 adalah nama, kekuasaan, dan kekayaan. Tak perduli seberapa bangganya kita akan semua itu, mereka akan menjadi milik oranglain ketika kita mati.

2. Istri ke-2 adalah keluarga atau sahabat kita. Tak perduli seberapa dekat kita dengan mereka di dunia ini, mereka paling-paling juga hanya akan mengantar kita ke pemakaman.
1.Istri ke-1 adalah jiwa kita, yang sering terlupakan ketika kita mengejar kekayaan dan kenikmatan duniawi. (Sjahrir Sjam-72)-72

—————

 

Usia 60 an th ke atas
(disarikan dari berbagai referensi walau belum juga sempurna):
1. . FOKUS: menyenangkan diri sendiri, bukan saatnya  mengejar & menumpuk harta/materi lagi
2. . BIJAK menggunakan tabungan. Jalan2/wisata bila masih ada kesempatan & kuat..!!
3. . IBADAH diperbanyak dan amalan yang baik. Hiduplah di sini dan sekarang, bukan besok/kemarin.
Besok belum tentu ada kesempatan, kemarin sudah lewat.

4. . CERIA bermain dengan cucu (kalau ada), bukan menjadi BABY SITTER dan bukan pula menjadi SATPAM kalau anak-anak sedang bepergian.
5. . IKHLAS menerima kemunduran fisik, nyeri, sakit/lemah, konsekwensi logis dari proses penuaan
6. . NIKMATI kondisi yang ada sekarang, tak perlu terus menerus banting tulang lagi

7. . SYUKURI hidup dengan pasangan, anak/cucu dan teman2 yang merasa dekat dengan Anda,
bukan karena harta/kedudukan.
8. . MAAF kan diri sendiri. Minta maaf dan memberi maaf kepada orang lain. Perlu ketenangan batin dengan menghilangkan dendam dan benci.

9. . BERSAHABAT dengan siapa saja sebagai bagian dari hidup yang normal. Jangan takut mati.
10. . DAMAI di hati Anda. Disarankan selalu bercanda via BBM/WhatsApp, atau sarana komunikasi lainnya. Jangan mudah salah paham, marah2 tanpa sebab, karena bisa bikin: “MATI MENDADAK”.
RENUNGAN : “Tua bukan tanpa arti tetapi harus makin berarti bagi : ~. DIRI SENDIRI. ~. KELUARGA. ~. TEMAN / SAHABAT..!!
~. dan SESAMA, ~. Didalam setiap sudut dan tahap kehidupan kita”.
Belum terlambat unt terus berpikir positif dan tetaplah bersemangat. (A. Kariem Roy-72)-FR

———–

 

Palembang
Sekira dua tahun lalu saya berkunjung ke Palembang. Nggak lama sih, cuma dua tiga hari saja. Saat itu saya berkesempatan naik ‘transmusi’, mirip dengan transjakarta, transmusi juga mengenal terminal transit.
Bicara terminal jangan pikir sama dengan terminal transjakarta. Di terminal transmusi lebih mirip terminal metromini atau kopaja. Di terminal transit transmusi, nggak akan terlihat apakah itu penumpang baru atau penumpang transit ….
yang membuat saya heran, para penumpang baru ya ngaku kalau mereka penumpang baru dan membayar ongkos transmusi. Padahal kalau mereka mengaku penumpang transit, petugas transmusi juga nggak ngerti, lalu dapat tumpangan gratis. Langka dan mengagumkan, ternyata saya masih jumpa banyak orang jujur di Palembang.
hmmmm kenangan yang tak terlupa dari Palembang. (Sugeng W-72)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close