Opini dan sukses bisnisPsikologi

Memulai bisnis(7)-Membuat pembukuan

// Saya ini passion-nya menulis, bukan bisnis. Jadi kalau tulisan ini tentang bisnis, ya anggap saja ini cerbung saja, cerita selingan, tulisan hiburan di forum ini. Namun demikian bahan tulisan merupakan hal yang kongkrit //

Salah satau hal penting dalam berbisnis, sekalipun sekala rumahan, kecil, adalah membuat pembukuan. Oh ya, sebaiknya dari awal sudah dipisahkan catatanya antara barang, pengeluaran, pemasukan terkait bisnis dengan yang rumah tanggaan. Dalam hal ini yang kita bicarakan adalah pembukuan terkait udaha atau bisnis saja, kalau yang sifatnya rumah tanggaan tidak dibahas di sini.

Pembukuan di sini terutama yang terkait dengan keuangan, misalnya modal, pembelian (barang dagangan, bahan mentah, suku cadang, dsb), biaya perbaikan alat produksi (bisa rumah, kendaraan, peralatan elektronik, lemari / rak dagangan, dsb), biaya pegawai, dst. Tentunya juga hasil penjualan produk baik jasa maupun barang.

Kalau para pensiunan Telkom tentu bisa menggunakan komputer, misalnya program Excel, program lain yang lebih canggih juga boleh. Nah, kalau ibu rumah tangga misalnya yang “tidak suka” dengan komputer, bisa menggunakan cara manual, dengan buku saja.

 

Malah ada baiknya juga, sebab tidak takut angkanya berubah, dimakan virus, atau datanya hilang gara-gara komputer diformat, dsb. Yang penting apapun medianya pembukuan ditulis dengan konsisten setiap hari. Kalau volume transaksinya tidak tiap hari, boleh juga per-minggu, misalnya.

Kalau mempunyai beberapa jenis usaha, upayakan membuat pembukuan terpisah. Kalau dalam satu usaha punya beberapa alat produksi, juga buat pembukuan terpisah. Misalnya bisnis angkutan dan punya 5 jenis : angkot, ojek, truk, bak terbuka dan minibus.

 

Perlu dicatat keluar masuknya uang dari masing2 jenis angkutan tersebut. Sebab pastilah tidak sama, ada yang sering rusak sehingga banyak keluar uang untuk membeli suku cadang dan ongkos bengkel. Ada yang jarang rusak. Ada yang bannya cepat aus dan minta ganti. Pemasukannya juag tidak sama.

Kalau sudah tiap hari dicatat, nanti pada wakti tertentu, anggap saja sebagai akhir tahun buku, bisa dievaluasi, berapa keuntungan total dalam satu tahun. Dari beberapa usaha atau sub usaha itu, bisnis mana yang paling menguntungkan, mana yang malah rugi, mana yang prospeknya cerah, dst. Kalau yang rugi, perlu dipertimbangkan ke depan mau diteruskan atau dihentikan saja.

Anda dan atau keluarga sudah rajin membuat pembukuan bukan? Bersambung……………… (Widartoks 2016; dari grup FB-BPTg)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close