Opini dan sukses bisnis

Menghadiri Seminar Menuju Interpreneur handal

Menjadi penting rasanya bagi para pensiunan dan keluarganya untuk hadir pada Seminar: “Menuju Intrapreneur dan Entrepreneur Handal” TGL. 24 September 2016
Memasuki usia pensiun, seharusnya anda lebih mudah dalam menggapai sukses

Sudah memiliki banyak pengalaman.§
Memiliki potensi luar biasa dan ahli di bidangnya.§
Sudah banyak relasi (networking).§
Kepribadiannya lebih matang, lebih arif, lebih sabar dan bijak.§
Punya jiwa kepemimpinan.§
Punya pengaruh, dihormati,§ dan disegani.
Memiliki banyak asset hasil kerja selama puluhan tahun.§
Lebih dipercaya.§

Apa yang terjadi ?
Ternyata, nama besar dan karir yang§ pernah sukses di masa lalu, tidak bisa dijadikan jaminan bahwa keluarga bisa sejahtera selamanya.
Banyak orang yang di hari tuanya hanya mengandalkan uang pensiun dan keberuntungan.§
Anak-anak belum mandiri.§
Uang pensiun tidak cukup memenuhi kebutuhan hidupnya.§
SK Pensiun dititipkan di bank, dan mereka mengalami kesulitan dalam membayar hutangnya.§
Akibatnya stress, kondisi fisik menurun, penyakit mulai berdatangan, kejiwaannya terganggu, terjadi penuaan dini, dan pikun.§   Kondisi yang demikian bukannya dapat menambah kebahagiaan di hari§ tuanya, tetapi malah banyak menambah kesulitan dalam hidupnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Mereka terlambat dalam mempersiapkan masa pensiun.§
Tidak memiliki jiwa intrapreneur maupun entrepeneur.§
Tidak menyadari bahwa penghasilan setelah pensiun akan menurun.§
Mencoba membuka berbagai usaha, gagal semua.§
Jika Anda memiliki masa kerja 30 tahun, bukan berarti bahwa§ pengalaman kerja Anda 30 tahun. Jangan-jangan pengalaman kerja Anda hanya satu tahun yang terus diulang-ulang selama 29 tahun. Ini yang banyak orang tidak menyadarinya.

Untuk kita renungkan
Ingat bahwa usia pensiun merupakan masa krisis bagi seseorang.§ Tantangan hidupnya semakin besar. Penghasilan tinggal 20%, sedangkan pengeluaran naik menjadi 300 %.
Jika di masa pensiun tidak memiliki tabungan cukup, masih§ banyak tanggungan, dan tidak memiliki kegiatan apa2, sangat memungkinkan diri Anda menjadi kelihatan lebih tua dari usia yang sebenarnya.
Tidak hanya itu, otak yang seharusnya tetap diberi tugas untuk§ terus bekerja, karena jarang dipakai, menjadikan diri Anda cepat pikun. Apabila diajak bicara, menjadi tidak nyambung.
Apakah di masa pensiun ini Anda masih bisa tetap survive, tetap§ sehat, dan bahagia? Itu bisa Anda buktikan setelah Anda memasuki masa pensiun, minimal 10 tahun.

Ciptakan pensiun anda nanti menjadi masa emas dalam kehidupan keluarga
Sehingga Anda dapat menikmati hari tuanya dengan bahagia.§
Sehat secara fisik, mental, spiritual,§ dan finansial.
Jika salah dalam mengelola uang dan§ waktu di masa pensiun, akan berpengaruh pada tingkat kesehatan badan, pikiran, hati, dan jiwanya.
Karena itu, jangan jadikan hari tua Anda hidupnya§ sampai dipertaruhkan.
§ Atau hanya sekadar menjadi tua, tapi jadilah orang tua yang spiritualis, masih bisa tetap aktif dan produktif.
Orang bekerja boleh saja pensiun, tapi yang namanya penghasilan§ tidak boleh ada pensiunnya. Faidzaa faraghta fanshab. (QS. Al Insyirah [94]: 7). Dan apabila telah selesai satu urusan, lanjutkan dengan urusan yang lain.
Jangan menganggap bahwa dengan pensiun Anda sudah tidak punya§ tugas apa-apa lagi, atau kewajiban Anda untuk belajar dan berkarya menjadi terhenti. Utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi.” Belajar sejak lahir sampai mati, hukumnya wajib bagi orang yang beriman. Ingat bahwa hidup itu cuma sekali, maka hiasilah dengan prestasi.
Yakinlah bahwa Tuhan akan memberikan perubahan pada diri kita, kalau kita benar-benar menghendakinya.§  Yuk kita hadir pada seminar sehari, dengan tema: “Menuju§ Intrapreneur dan Entrepreneur Handal” Hari/Tgl: Sabtu / 24-9-2016, Pkl. 08.00 s/d 17.00. Tempat : Aula Infocom Lantai VIII GMP Telkom, Jl.Japati 1 Bandung. (Wassalam, Muchtar A.F; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close