Islam

Upaya meraih rejeki

Saudaraku, ada orang yang sebentar lagi memasuki masa pensiun, dia dilanda kecemasan karena takut nanti di usia tua rezekinya kurang. Sehingga dia menderita sebelum waktunya, pensiunnya masih tiga tahun lagi sementara penderitaannya sudah terasa dari sekarang.  Mengapa demikian? Karena dia takut dan curiga rezekinya akan berkurang.

Padahal kalau kita sudah yakin pada Alloh sebagai Ar Rozaaq, Yang Maha Pemberi Rezeki, kita tidak akan merasa takut seperti itu. Karena seluruh makhluk diciptakan sudah lengkap dengan rezekinya.

Alloh Swt. berfirman, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud [11] : 6)

Rezeki itu tidak hanya masalah makan dan minum, namun jauh lebih luas lagi. Bisa bernafas adalah rezeki. Mata bisa berkedip adalah rezeki. Segala keperluan lahir maupun batin yang terpenuhi, itu adalah rezeki dari Alloh Swt.

Alloh tidak menyuruh kita mencari rezeki, melainkan menjemput rezeki. Kalau ‘mencari’ itu antara ada dan tiada, sedangkan ‘menjemput’ itu sudah pasti ada. Hanya masalahnya adalah, apakah menjemputnya itu dengan cara yang benar dan baik ataukah tidak.

 

Seperti kita punya teman di blok A yang akan kita jemput, tapi kita menjemput ke blok D, tentu tidak akan bertemu karena salah dalam penjemputannya.

Jadi jikalau kita sedang berikhtiar namun kita tidak bertemu dengan rezeki kita, bukan berarti tidak ada rezeki untuk kita. Tapi boleh jadi disebabkan kita melakukan hal-hal yang menyebabkan kita tidak berjumpa dengan jatah rezeki kita.

Pada saat usia kita baru 120 hari di dalam rahim ibu kita, rezeki kita sudah ditentukan oleh Alloh Swt. Dan, kita tidak akan mati sebelum bertemu dengan rezeki kita. Padahal selama kita berada di alam rahim, kita sama sekali belum mengerti apa-apa, pengalaman apalagi, belum punya.

 

Tapi maasyaa Allah, jatah rezeki kita mengalir terus hingga kita pun tumbuh berkembang dan lahir ke dunia. Ketika itu, bukan kita yang mengejar rezeki, tapi rezeki yang mengejar kita. Sungguh, Alloh Sang Maha Pemberi Rezeki.

Jadi, yakinlah pada jaminan Alloh Swt. Jika pencuri bisa bertemu rezekinya, (Alloh tidak meridhoinya), maka apalagi hamba2-Nya yang berikhtiar menjemput rezeki dengan cara2 halal. Semoga kita termasuk orang2 yang giat berikhtiar dan yakin kepada Alloh Swt. (Asep Syaiful Bahri; dari grup WA-BPTg; sumber : Aa Gym)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close