Psikologi

Doa suatu lomba

Suatu kali seorang anak mengikuti lomba lari. Sebelum pertandingan, anak itu menundukkan kepala memanjatkan doa. Dalam pertandingan lari itu, ia pertama mencapai garis finish dan sebagai juara. Saat pembagian hadiah, Ketua Panitia bertanya: “Hai jagoan, apa kamu tadi berdoa agar kamu menang ?”

Anak itu menggeleng : “Bukan pak, rasanya tidak adil berdoa untuk menang mengalahkan orang lain.
Aku hanya berdoa supaya tidak menangis kalau aku kalah”. Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengar gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan anak ini doa luar biasa. Dia tidak minta Allah mengabulkan harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan menghadapi apapun yang terjadi. Sering kita berdoa untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita meminta agar Allah menghalau setiap halangan yang ada di depan mata.

Tidak salah, namun bukankah semestinya yang kita butuh bimbingan dan hikmatNya untuk mengerti rencana-Nya , terutama saat kita mengalami kegagalan-kekalahan? Harusnya kita berdoa minta kekuatan bisa menerima kehendak Allah sebagai yang terbaik, sekalipun tidak menyenangkan.

Berdoa untuk menang itu biasa, tapi berdoa untuk bisa mengerti kehendakNya saat kita kalah, itu yang luar biasa!. (Sunarto SA-dari grup WA-VN; sumber dari http://www.adhinbusro.com/2016/10/ini-dia-berdoa-untuk-kalah-lho-kok.html)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close