Psikologi

Kesetiaan

Kisah nyata, Disebuah desa yang subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang. Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. “Pembagian ini tidak adil, seharusnya kakakku yang dapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya. “Maka dimalam sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya”.

Ditempat yg lain, sang kakak berfikir, “Pembagian ini adil jika adikku dapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedang aku ada anak dan istri yg kelak merawatku.” Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini ber-tahun2. Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen? Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan. Masing2 mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dibenaknya terjawab, seketika itu mereka saling memeluk erat, mereka terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi. Beginilah harusnya kita bersaudara dan berteman. Tidak membiarkan Harta jadi pemicu permusuhan tapi jadi perekat yang kuat diantara saudara-teman.

Tuhan menanamkan cinta pada hati yang mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka. Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita berusaha mencukupi kehidupan orang lain. Tuhan tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain. (Ngreni; dari grup WA-78; sumber dari https://iphincow.com/2012/07/25/arti-kesetiaan/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close