Islam

Mahkota Kesehatan (FE 018)

Diatas kepala kita bertengger mahkota kesehatan. Sayangnya tidak banyak yang dapat melihat mahkota ini, kecuali orang2 sakit. Astaghfirullah. Mudah2an kita belum terlambat menyaksikan mahkota itu. Mahkota kekuatan baru nampak setelah kita lemah tidak berdaya.

 

Kita memiliki gigi kuat dan indah, nampak setelah gusi sakit, gigi berlubang beberapa sudah tanggal. Kita memiliki kuping yang prima, tatkala telinga pekak, bahkan dengan alat bantu dengar, masih plonga-plongo (maaf), seperti m….t ditulup.

 

Kita memiliki jantung yang kencang, alirah darah yang deras bersih melimpah, hanya nampak saat kita harus banyak pilih makanan, tidak boleh sembarangan asal masuk. Mahkota kehebatan, ketrampilan, reflek dan kecepatan tangan kanan, terlihat tatkala tangan kanan kita harus istirahat dan digantung.

 

Mau apapun repot. Makan dengan tangan kiri susah banget. Menjawab WA harus meletakan hp dengan hati2 di lengan kursi dan satu persatu telunjuk kiri nutul, berulang kali salah. Membersihkan sisa BAB yang selama ini dengan tangan kiri, juga repot tanpa bantuan tangan kanan.

Lha pernahkan kita bersyukur ketika tangan ini sehat, alih2 bersyukur, kadang tangan ini nakal melakukan hal2 tak semestinya. Bersyukurkah kita saat makan sate dengan nyaman, Alhamdulillah gigi saya sehat, darah saya sehat tidak ada gangguan kolesterol atau tekanan darah. Bersyukur pagi hari dengar desir daun bambu, jeritan burung podang bernyanyi dan suara grojokan air disungai yang bening.

Hadits, patut kita sama2 merenungkan, Manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara; 1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu; 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; 3.  Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu; 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu; 5. Hidupmu sebelum datang kematianmu. (HR. Al Hakim)-(Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close