Pengalaman Anggota

Bermenung-Bengkel lama bengkel baru-Teman lama teman baru

Pak Sabar punya bengkel langganan untuk kendaraannya. Sebab sudah cocok. Pemiliknya pintar, sabar dan ramah. Dulu dia bekerja di orang lain dan kini membuka sendiri. Montirnya pintar2. Soal harga juga bersaing, sebab kalau ada yang rusak tidak selalu haru ganti baru.

Bengkel miliknya ini ramai pelanggan, apalagi terletak di pinggir jalan besar. Justru di sini masalahnya, Pak Sabar kalau ke sana, kadang harus menunggu lama baru dikerjakan kendaraannya.

Pada suatu hari kendaraan Pak Sabar bermasalah dan oleh orang disuruh ke bengkel terdekat. Ternyata bengkel ini bagus juga. Orangnya pintar2. Karena tempatnya tersembunyi, jadinya tidak terlalu ramai. Maka Pak Sabar jadi sering ke bengkel ini. Apalagi juga lebih dekat ke rumah.

Suatu hari, karena kendaraan tak nyaman, Pak Sabar tanya ke bengkel ini kira2 ongkos perbaikannya. Perkiraan bengkel ini hampir satu gepok, karena harus “oversize”. “Oversize” ini ada “pekerjaan besar” di mesin, ada yang harus dioprek dengan alat khusus dan diganti. Berat pikir Pak Sabar.

 

Maka Pak Sabar lalu menabung, kalau belum ada uang satu setengah gepok (sebab plus untuk jaga2) belum berani ke bengkel itu.

Beberapa waktu lalu Pak Sabar potong rambut dan mampir ke bengkel lamanya. Ngobrol sana-sini, lalu mengutarakan kendaraannya. Mas Bengkel lalu mencoba. Mas Bengkel bilang, dari pengalamannnya, kendaraan dengan merk dan jenis mesin itu, biasanya tak perlu “oversize”, cukup ganti “ring”.

Singkat cerita kendaraan Pak Sabar dibawa ke bengkel lama dan ganti ring. Biaya? murah, tidak sampai setengah gepok. Itupun sudah ada hal lain yang dikerjakan. Demikainlah, kita kadang dapat kebaikan lantaran teman lama (di contoh ini teman di bengekel lama).

 

Maka kalau dapat teman baru, jangan lupa teman lama. Tegorlah, sapalah, kunjungilah. Kata sebuah lagu berjudul Soleram : ” Kalau sudah dapat teman baru sayang, teman lama dilupakan jangan”. Kalau anda mudik ke kampung halaman, kunjungilah sanak saudara, teman dan handai taulan.

 

Kalau ke tempat pekerjaa lama, komunitas lama, lingkungan lama, sapalah teman yang masih kenal atau bahkan yang belum kenal. Percayalah, banyak teman banyak kebaikan didapatkan. Banyak silaturahim banyak rejeki . (Widharto KS-2017; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close