Psikologi

Bermenung-Jika Cat Tumpah- Lukisan Indah Berubah

Jika Seseorang melukis dengan cat, hampir selesai (atau bisa sudah selesai). Lukisan itu indah. Lalu ada nyamuk me-ngiang2 di wajahnya. Ditepuk tidak kena, 1x, 2x, 3x.

 

Lama2 pelukis jengkel, kuas yang masih ada cat-nya dibanting. Kuas itu mental mengenai lukiasannya yang indah tadi. Alhasil lukisan rusak keindahannya. Jika dijual tidak akan laku, atau laku murah.

Ini perumpamaan saja.
Jika seseorang berbuat baik, kadang banyak godaannya. Misal sudah bersusah payah mengumpulkan uang orang banyak, untuk kebaikan, sudah bekerja keras dan penuh kejujuran, lalu ada orang yang curiga, kurang percaya, mencela hasil pekerjaannya, dsb.

 

Kadang orang jadi “patah arang” (mutung, pundung) lalu mengundurkan diri, ngomel, marah dsb. Atau malah pamer, ria, sombong. Maka perbuatan mengomel, marah, pamer dsb. itu merusak pahala hasil kerjanya selama ini. Ibarat lukisan tadi, melukis ber-hari2 bisa rusak dalam satu detik.

Maka sebaiknya ( nasehat ini lebih untuk diri saya) kalau berbuat baik, harus saba sampai pekerjaan itu benar2 selesai, tanpa marah, kecewa, jengkel atau pamer. (Widharto KS-2017; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Check Also
Close
Back to top button
Close
Close