Psikologi

Menatap pendamping kita

Setelah ber-tahun2 nikah, melihat wajah pasangan kita kadang bisa membosankan, apalagi jika habis berselisih faham, malas bertemu muka. Itu penglihatan lahiriyah manusia, yang sering salah dan tak objektif. Beda jika kita lihat pakai kaca mata hati, dan saya lebih suka menyebutnya dengan “menatap”.

Bagaimana caranya menatap dengan hati ?
Lakukanlah pada saat pasangan kita tertidur lelap. Untukmu para suami, pandangilah wajah lelap istrimu, wanita yang selama ini mendampingi anda, wanita yang rela meninggalkan kedua orangtuanya untuk mengabdikan pada anda.

Wanita yang bertaruh nyawa melahirkan anak2 kita, setelah ber-bulan2 sebelumnya mengandung “wahnan ‘ala wahnin” susah bertambah susah. Wanita yang dulu elok rupa, kencang kulitnya, langsing tubuhnya. Kini agak berubah, agak sedikit gemuk karena habis melahirkan dan menyusui.

 

Agak sedikit kusam kulitnya karena belum sempat luluran dan spa, agak berantakan rambutnya karena anak2 belum bisa ditinggal ke salon untuk “her time”, tampak juga mukanya kelelahan karena merawat anak-anakmu yang super aktif, juga mengurus rumah dan hartamu.

Makin anda tatap istri di tidur lelapnya, seharusnya kita makin yakin, ini cinta sejatimu. Cinta yang harus dijaga hingga bersama ke Surga, bukan malah mencari surga dunia yang lain, yang belum tentu baik, yang belum tentu mencintai apa adanya, yang belum tentu mau diajak berjuang bersama.

Untuk para Istri, tatap lelap tidur suamimu. Dialah kunci surgamu. Lelaki yang ambil alih tanggungjawab Ayahmu tak hanya di dunia, tapi juga akhiratmu. Lelaki ini yang rela ber-lelah2 memenuhi kebutuhanmu, sandang, pangan, papan, hingga biaya merawat tubuh dan kecantikan, membelikan kendaraan, menggaji asisten rumahtangga, dan membelikan segala demi kebahagiaanmu.

Jangan kau permainkan dia. Jangan kau keraskan suaramu atau membantahnya. Karena ridhonya adalah kunci surgamu. Jangan sepelekan tiap tetes keringatnya, jika kau rasa belum cukup kebutuhanmu, karena lelaki itu telah berjuang keras, kadang mencampur peluhnya dengan airmata.

Semakin jauh kau tatap wajah suamimu, maka seharusnya kau makin yakin, makin mantap, untuk memberikan segalanya kepada lelaki itu, mengabdikan hidupmu sepenuh jiwa untuk gapai ridhonya, demi terbukanya pintu surga yang kau damba.

Yuukk, kita tatap pasangan kita, kita lihat cinta dan ketulusan di matanya, lakukan ini sesering mungkin, karena inilah obat terampuh mengusir godaan kenikmatan sesaat duniawi. Have a wonderful weekend with your beloved family. (Enang Sungkawa; dari grup WA-VN; diolah dari dari Hilmi Firdausi)

 

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://www.remajaislamhebat.com/2017/10/menatap-pasangan-kita.html)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close