Selingan

Buka Puasa Ramadhan di Singkil Kurang Afdol tanpa Anyang

(m.liputan6.com/ramadan)-Singkil; Salah satu kuliner lokal, anyang, jadi menu favorit masyarakat untuk pangan berbuka pada puasa Ramadan 1439 H. di Kab-Aceh Singkil, Aceh. Bahkan, di bulan suci Ramadan, hampir semua pedagang takjil menyediakan anyang sebagai makanan utama.

 

Dalam tiap warung jajanan pangan berbuka puasa, makanan khas favorit masyarakat Singkil ini dapat ditemui. Anyang dijual berharga terjangkau,  Rp 5.000-Rp 7.000 per bungkus yang dibalut daun pisang. Satimin pedagang takjil, menyatakan, anyang ini racikan perpaduan dari tumbuhan vegetarian disebut pakkat dan simboling atau rotan muda yang dicari di hutan liar.

 

“Kuliner ini selalu hadir dan jadi favorit dengan rasa khas vegetarian alami,” ucap Satimin, dilansir Antara, 20/5/18. Pakkat dan simboling familiar bagi masyarakat pesisir dan masyarakat daerah aliran sungai. Sebab, kedua tanaman vegetarian ini kerap dijual di pasaran sebagai bahan racikan sayuran pendamping sayuran yang terkenal dengan nama anyang.

 

Dari banyak ragam menu berbuka puasa, anyang selalu tampil mengemuka dalam menu berbuka. Alhasil, tiap pedagang takjil menu di setiap sisi kota Singkil, tidak pernah ketinggalan menyajikan menu ini. Pedagang lain, Ogek Diman mengaku dirinya berjualan pakkat dan simboling laris selama Ramadan untuk disajikan sebagai bahan berbuka puasa.

 

Mengenai harga sangat terjangkau, 10 batang dijual Rp 5.000 – Rp 7.000 per ikat. Tiap hari, ia mendapat hasil omzet jualan pakkat dan simboling per harinya bisa Rp 150 ribu – Rp 200 ribu.

 

Takjil makanan ini juga ramai diserbu pembeli tiap harinya, kedua batang tanaman ini bahan pembuatan urap, anyang, dan gulai dicampur ikan asap. (Bahan dari :  https://m.liputan6.com/ramadan/read/3533359/buka-puasa-ramadan-di-singkil-kurang-afdal-tanpa-anyang)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close