Psikologi

Pengemis dengan Orang Kaya

(coretansinike.blogspot.co.id)- Ada seorang kaya yang sombong tanpa sengaja tersenggol pengemis.
Dengan emosi ia berkata kepada si pengemis, “Dasar pengemis bodoh, berani²nya kamu menyenggol saya, kamu tidak tahu ya siapa saya ?”

“Maaf tuan, saya benar² tidak sengaja, tapi… sebenarnya tuan ini siapa ?” Kata si pengemis ketakutan.
Dengan sombong orang kaya itu menjawab, “Saya orang yang paling kaya di kota ini !”

Tetapi dengan polos pengemis itu berkata, “Maaf tuan, setahu saya, orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. Ia sering Mengundang para pengemis seperti saya ini untuk makan bersama di rumahnya.”

Mendengar hal itu, orang kaya tertunduk malu dan segera berjalan menjauhi si pengemis. Ia tahu benar siapa tukang kayu yang dibicarakan sipengemis tadi yang sebenarnya hidup dalam kekurangan namun selalu mau berbagi kepada sesama.

 

“KEMISKINAN” seseorang tidak lantas dihubungkan dengan sedikitnya harta yang dimiliki. Dunia boleh memuja materi, tetapi soal “KEKAYAAN” yg sesungguhnya tidaklah se-mata² diukur atas dasar harta dan kelimpahan materi yg dimiliki seseorang, melainkan berbicara tentang berapa banyak yang ia dapat Bagikan dan Berikan kepada sesamanya.

 

Ketika seseorg mau Berbagi dengan sesamanya sekalipun tidak memiliki materi yang berlimpah, dia sudah dapat dikatakan seorang yang Kaya

 

Sebaliknya, seseorang yg tdk pernah BERBAGI dg sesamanya sekalipun memiliki MATERI yg BERLIMPAH, sebenarnya ia adalah seorg yg MISKIN. Tetaplah Semangat; Teruslah Berbuat bai; Terus Belajar. (Soenarto SA; dari grup WA-VN; sumber :  http://coretansinike.blogspot.co.id/2012/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close