Selingan

Tradisi ramadhan di Indonesia(1/5)

(halomoney.co.id)-Berbagai macam tradisi dilakukan untuk menyambut bulan ramadhan di Indonesia. Simak 12 Tradisi Unik Ramadhan yang membuat bulan Puasa Istimewa di Indonesia.

 

Kedatangan bulan Ramadan selalu disambut gegap gempita oleh masyarakat Indonesia. Maklumlah, mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Masyarakat Indonesia memiliki banyak tradisi atau ritual khas dalam menyambut dan memeriahkan bulan istimewa bagi muslim ini.

 

Tidak mengherankan bila bulan puasa di Indonesia selalu jadi pengalaman berkesan dan dirindukan. Inilah 12 tradisi unik dalam rangka menyambut dan memeriahkan kedatangan bulan puasa Ramadhan yang hanya ada di Indonesia, disarikan oleh HaloMoney.co.id dari berbagai sumber:

 

1-Nyadran-Jawa

Nyadran atau disebut juga Nyekar, ini tradisi khas masyarakat Jawa, khususnya Jateng dan Jatim ketika mendekati bulan puasa Ramadhan. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta yaitu sraddha yang berarti keyakinan.

 

Masyarakat Jawa memaknai Nyadran dari kata sadran (berarti ruwah sya’ban). Yaitu, bulan sebelum Ramadhan yang ditandai tradisi membersihkan makam keluarga dan kerabat. Di daerah Jateng dan Jatim, tradisi nyadran banyak dilakukan. Areal makam umum ramai oleh keluarga untuk membersihkan makam2 keluarga atau orangtua mereka, menaburkan bunga dan berdoa.

 

2-Dugderan Semarang Jateng

Dugderan, tradisi khas masyarakat Semarang dalam menyambut bulan puasa Ramadhan. Tradisi ini  berlangsung sejak abad 19 yang bermula dari acara penentuan awal puasa di bulan Ramadhan. Maklum, acapkali ada perbedaan penentuan hari pertama puasa.

 

Tradisi Dugderan kini jadi pesta rakyat yang meriah di Semarang. Ada Tari Japin, arak2an atau karnaval hingga tabuh bedug. Acara ini jadi tradisi tahunan masyarakat Semarang yang di-tunggu2. Puncak acara Dugderan tetap dengan tradisi awal yaitu pengumuman awal puasa Ramadhan.

 

Selain dimeriahkan suara bedug dan meriam, pesta rakyat Dugderan diramaikan kehadiran maskot Dugderan bernama Warak Ngendog. Ini adalah maskot berupa kambing dengan kepala naga lengkap dengan kulit bersisik dari kertas warna warni dan dilengkapi dengan telur rebus.

 

Keberadaan telur rebus ini penanda binatang itu tengah bertelur. Ini juga sebagai penanda bahwa ketika penyelenggaraan Dugderan pertama kali, Semarang tengah krisis pangan dan telur jadi makanan mewah. (Ruisa Khoiriyah; Bahan dari :  https://www.halomoney.co.id/blog/tradisi-unik-bulan-ramadhan-yang-hanya-ada-di-indonesia)-FatchurR * Bersambung………..

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close