Selingan

Patung yang bisa menoleh di Bali

(liputan6.com/regional)-Badung; Sebuah pemandangan karya seni unik di salah satu sudut Bali. Terpasang berjajar di dinding. Sekilas seperti lukisan wajah atau potret setengah badan dalam pigura.

 

Jika diperhatikan lama jadi terlihat seperti lukisan cembung. Setelah dicermati lebih dekat baru terlihat jelas bukan lukisan, tapi patung yang dipahat dalam cekungan perunggu. Meski terpahat di bidang yang cekung, patung2 ini anehnya terlihat memiliki kontur cembung. Dan patung2 itu seakan bisa menoleh.

 

Saat di depannya, wajah berikut mata patung menghadap kita. Saat kita melangkah atau bergeser, wajah dan pandangannya terus mengikuti. Patung2 itu menghiasi dinding etalase di Bila Bali Art Shop di bilangan Kuta, Bali. Ada karakter2 yang dipatungkan, semisal Buddha, dewa2, tempat sakral, juga foto personal pemesan.

 

Ihwal patung yang bisa menengok itu, pernah ada turis asing datang ke toko Bila Bali karena penasaran. Si bule ingin membuktikan efek patung menoleh masih bekerja jika kondisinya normal tidak sedang mabuk. Rupanya turis itu melihat patung karya Bila Bali ketika usai mengonsumsi minuman keras.

 

“Awalnya dia mengira itu karena sedang mabuk aja jadi kayak dipelototi patung terus. Esoknya dia membuktikan, ternyata patung masih terus mengikuti,” kata Dewi Bila, pemilik Bila Bali Art Shop, dalam perbincangan dengan Liputan6.com di Kuta, (19 Juni 2018).

 

Orang yang melihat fotonya dari medsos resmi bila Bali Art Shop juga banyak yang meragukan. Sebagian menilai efek “menoleh” patung2 itu adalah hasil teknik kamera atau multimedia. “Setelah datang langsung baru percaya,” kata Dewi.

 

Efek tiga dimensi dari patung itu hasil teknik ukiran warisan keluarga di daerah asalnya di Ubud. Sentuhan tiga dimensi jadi bagian akhir dari proses pematungan. Pada proses awalnya standar, yakni mencetak pola dan pemahatan di bidang cekung. Sentuhan memberi efek 3 dimensi itu bukan teknik biasa, hanya perajin tertentu yang bisa. “Itu bagian tersulit,” kata Dewi.

 

Pihaknya tak bisa memproduksi patung 3 dimensi itu dalam jumlah banyak dan cepat. Pengerjaan satu patung bisa makan waktu 3 hari. Satu karakter patung bisa dibuat beberapa seri. Bila Bali Art Shop baru fokus memproduksi dan memasarkan patung 3 dimensi sejak 2012. Sebelumnya, lisensi patung 3 dimensi itu dipegang pihak dari Kanada selama 5 tahun.

 

Usai Kanada, dikelola investor India 5 tahun. “Kini patung tiga dimensi kembali ke pemiliknya,” ujar Dewi. Karya seni unik ini dibanderol Rp 6 juta hingga Rp 250 juta. Selain  sisi kerumitan pengerjaan dan ukuran patung, penentuan harga juga ditentukan dengan pertimbangan cenderug spiritual dan kecocokan emosional.

 

“Ada yang mohon mau beli berapa pun tidak saya kasih, tapi ada yang mudah transaksinya dengan harga murah. Ada yang saya kasih gratis. Ada faktor spiritual dari menjual patung ini,” kata Dewi.

 

Faktor emosional dan spiritual juga pertimbangan dari sisi pemasaran dan ekspansi usaha. Pihak Bila Bali pernah membuka galeri di Kemang, Jakarta Selatan dan memajang patung-patung tiga dimensi di sana. Namun upaya itu hanya bertahan hitungan bulan, dan ditutup dan fokus saja di Bali. “Patung2nya seperti tak ada nyawanya,” kata Dewi.

 

Belakangan ini, ada pengusaha seni dan ilusionis dari Inggris mendesak Bila Bali kerja sama membuka galeri di daerah utama di London dan memasarkan patung3 dimensi. “Belum kami putuskan, masih kita pelajari.”  (Herun Mahbub;  Bahan dari :    https://www.liputan6.com/regional/read/3572596/misteri-patung-yang-bisa-menoleh-di-bali)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close