Psikologi

Mengeliminasi Penyakit Hati

Suatu hari seekor anak nyamuk yg baru belajar terbang ber-sorak² dgn bangga kepada ibunya,

“aku Hebat, Bu, Waktu aku terbang, orang² bertepuk tangan melihat aku”

 

Sang Ibu nyamuk tersenyum & berkata, “Awas nak, tepuk tangan mereka bukan untuk membanggakan kamu, tapi sebaliknya untuk membunuhmu. Jadi bukannya kamu Hebat nak …”

 

Kita juga seringkali menjumpai banyak orang yang merasa Hebat. Kita mungkin lupa penyakit yg bernama “Kesombongan”. Sebenarnya  adalah Penyakit Hati yang berawal dari Cara Pandang yang Memandang Diri Sendiri Lebih Hebat Dari Yang Lain.

 

Terlebih ketika ada orang yang Memuji & Bertepuk tangan, kita segera Berbangga diri & Menganggap diri kita orang yg Paling Hebat, padahal kenyataannya belum tentu seperti itu. Orang yang Benar² Hebat & Percaya diri, tidak segera berbangga diri dengan keadaannya, sebaliknya, dia selalu Mengintropeksi diri & terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

 

Dia juga akan selalu tampil & melakukan segala sesuatu dengan Penuh Ketulusan & Kerendahan Hati.

Penyakit hati berupa kesombongan ini akan membuat mata hati kita menjadi buta. Kesombongan adalah jerat yg membuat kita berhenti & jatuh dalam kehancuran. Oleh karena itu, teruslah belajar untuk mengembangkan & menyempurnakan diri kita dalam segala hal.

 

“Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan.”  Banyak orang merasa bangga dengan apa yang mereka miliki. Saat mereka kaya dengan ilmu atau harta, maka sulit untuk berbagi dan takut untuk disaingi. Ketika orang jadi sombong, mereka haus pujian2.

 

Kita dilahirkan dengan telanjang. Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa gelar atau pun kekayaan.

Kita lahir pun juga karena pertolongan orang lain, kita tidak bisa lahir dengan sendirinya. Seorang ibu dengan bantuan dokter, bersama-sama berjuang melawan maut untuk melahirkan kita. Lalu apa yang pantas untuk kita sombongkan? Kesombongan dapat jadi bumerang bagi diri sendiri.

 

Saat kita sombong, kita akan egois dan tidak butuh orang lain. Bagaimana saat kita mengalami kesukaran? Dapatkah kita meminta pertolongan pada “kesombongan” itu sendiri? Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri. kesombongan yang kita miliki dapat melukai perasaan orang-orang disekitar kita. Dan sampai pada saatnya nanti, luka itu akan kembali pada kita.

 

Sombong itu tidak abadi. Yang abadi adalah kasih sayang terhadap sesama. Lebih baik kita menabur kasih sayang daripada kesombongan. Jalanilah hidup dengan kerendahan hati..sebab semua yg ada dalam hidup ini hanyalah sementara. (Muchtar AF; dari grup WA-VN; bahan : https://penamotivasi.wordpress.com/2013/11/26/belajar-dari-seekor-nyamuk/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close