Psikologi

Pameran Lukisan Warna Warni Duniaku Eksistensi anak Autis

(beritasatu.com)-JAKARTA; Ada yang berbeda pada pameran lukisan di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Suasana hiruk pikuk selama pameran berlangsung, tidak seperti pameran2 lukisan lainya, yang biasanya hening.

 

Jelang malam, ramai tawa anak2. Ada diantara anak2 berlarian tak peduli sekitar. Namun, suasana akrab tetap tercipta di ruang pamer Bentara Budaya itu. Anak2 membuat suasana ramai itu seniman, pelukis, yang menampilkan karya2 mereka. Anak2 yang memamerkan karya lukisnya bertema “Warna-warni Duniaku” itu para penyandang autisma. Melalui karya seni lukis, mereka menunjukkan eksistensi diri.

 

Ketua Yayasan Autisma Indonesia (YAI) Melly Budhiman mengatakan, pameran lukisan itu berarti besar bagi anak2 autis. “Pameran ini menunjukkan mereka bisa berkarya bila diberi kesempatan,” ujar Melly saat memberikan sambutan pembukaan pameran.

 

Dengan memamerkan karya seni, anak2 autis bisa makin percaya diri. Apalagi, selama ini anak2 autis dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakata. “Acara seperti ini memberi kesempatan untuk bisa tampil dan menunjukkan eksistensi mereka kepada masyarakat Indonesia,” kata dia.

 

Politisi yang juga aktivis autisma, Muhammad Farhan mengatakan, ketika pertama mengenal dunia autisma 20 tahun lalu, dirinya menganggap dunia itu hanya hitam putih, iya atau tidak. Namun, seiring perjalanan waktu, dia menyadari dunia autisma itu sangat penuh warna-warni.

 

“Ketika mereka berkumpul, penuh dengan ekspresi. Saya sadar bahwa justru autisma ini bagian dari keberagaman Indonesia. Keberagaman ternyata tidak hanya soal perbedaan suku, agama, ras, atau golongan saja,” ujar Farhan.

 

Manajer Bentara Budaya, Paulina Dinartisti mengatakan, dirinya mengapresiasi mendalam terhadap para orang tua penyandang autisma yang memberi ruang kepada anak-anak tersebut. Menurut dia, hal itu tidak mudah, karena dibutuhkan kesabaran yang tinggi, perjuangan, dan yang utama adalah cinta.

 

“Kita hadir atas nama cinta. Saya mengapresiasi karya dan kerja keras anak2 autis ini”. Dikatakan, dalam pameran “Warna-warni Duniaku” ini ditampilkan 86 karya dari 53 peserta. Selain pameran seni lukis, juga ditampilkan permainan musik organ dan saksofon dari anak-anak penyandang autisma.

 

(Asni Ovier; AO; Bahan dari : BeritaSatu.com  dan

https://www.beritasatu.com/hiburan/562769/pameran-lukisan-warnawarni-duniaku-eksistensi-anakanak-autis)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close