RSS Feed     Twitter     Facebook

Berbuat Baiklah Meski Keadaan Sempit

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 29 views    Font size:
Berbuat Baiklah Meski Keadaan Sempit

(syahrial.web.id)- Seorang perempuan kaya berdiri di tepi jalan., akibat kendaranya rusak tak mampu berjalan. Berulang kali ia memberi tanda dengan tangannya, namun tak ada yang berkenan hati menyinggahinya. Waktu terus berjalan.

Dan rintik hujan mulai jatuh. Hatinya makin cemas, karena gelap malam mulai berarak. Hingga tiba2  sebuah mobil tua berhenti. Tepat di sisi Nyonya kaya itu. Di belakang kemudi, tampak sosok pemuda berkulit gelap. Wanita itu menatapnya, dan menatap mobil tuanya.

Wanita itu ragu2, apakah ia ikut menumpang, atau tetap menunggu di tepi jalan yang mulai gelap itu?

Nyonya itu bimbang dan ragu, pasalnya ia mengira segenap manusia mengetahui kekayaan dan harta bendanya. Tapi akhirnya, ia putuskan sudah. Ia menaiki mobil tua itu, dan menumpanginya.

 

Dalam perjalanan itu, Nyonya kaya menanyakan nama dan pekerjaan anak muda itu. Anak muda yang tampak payah dalam kemiskinannya.

Namaku Adam dan pekerjaanku adalah sopir taksi jawab anak muda itu.

Wanita itu sedikit lebih tenang sekarang. Dalam hatinya, ia sedikit mengutuk diri, menyesali buruk sangkanya di awal tadi.

Sekarang tampak padanya: betapa anak muda itu penuh adab, hingga bahkan tak melirik sedikitpun padanya. Singkat cerita, mereka pun tiba di kota. Dalam hatinya, Sang Nyonya kaya itu berniat
akan memberi seberapa besar pun upah yang diminta pemuda itu. Sang Nyonya minta sopir taksi itu berhenti. Taksi itupun berhenti.

 

“Berapa upahnya ?”

“Tidak ada Nyonya”

“Tidak ada?”

“Mana mungkin? Kau telah menolongku dan mengantarku dengan selamat”

Adam, anak muda itu tersenyum sahaja. “Upahku adalah nyonya berjanjilah untuk melakukan kebaikan  kepada siapapun yang Nyonya temui”

Adam, sopir taksi itu berlalu, meninggalkan Sang Nyonya dalam kebisuannya. Dan dalam keterkejutan jiwanya, Sang Nyonya kaya itu melangkahkan kakinya. Di depan sebuah kafe kecil, langkahnya terhenti.
Ia masuk ke dalam, dan kepada seorang pelayan wanita ia pesan secangkir kopi hangat

 

Pelayan sejurus kemudian datang. Menyajikan secawan kopi panas untuk Sang Nyonya itu.
Sang Nyonya memandang pelayan wanita itu. Tampak lelah dan payah sekali wajahnya. Perutnya tampak besar dan buncit. “Anda tampak sangat lelah. Kenapa?” tanyanya.
Pelayan itu tersenyum susah-payah. “Waktu pesalinan sudah menjelang Nyonya”

 

“Mengapa tidak rehat dan cuti”

“Saya harus menabung untuk biaya persalinan bayiku, Nyonya:

Sang Nyonya itu mengangguk. Secawan kopi panas itu siap. Dia bayar kopinya. Sang pelayan membawa uang itu ke kasir untuk mengambilkan kembaliannya, karena uang besar itu setara 10 cawan kopi. Tapi kursi Nyonya kaya itu kosong saat Sang Pelayan ingin menyerahkan kembaliannya.

Matanya mengedar ke segenap penjuru, tapi Nyonya itu telah pergi. Tapi di meja itu, ia temukan secarik kertas: “Kembalian kopiku itu kuhadiahkan untukmu”. Betapa gembira hati Pelayan itu. Ia membalik kertas itu untuk kembali menemukan sebaris kalimat lain: “Dan di bawah meja ini, saya titipkan hadiah untuk calon bayimu”

 

Hampir saja ia terik histeris, karena yang di bawah meja itu ada uang setara gajinya 6 bulan. Air matanya tak mungkin lagi dibendung. Ia bergegas pergi. Meminta izin dari kerjanya. Ia pergi mendahului angin. Suaminya harus tahu ini. Suami yang jiwanya galau sepanjang hari memikirkan kelahiran bayinya. Ia masuk menerobos pintu rumahnya.

Memanggil-manggil sang suami yang terkejut dan heran atas kepulangannya di waktu tak biasa.

“Apakah waktunya melahirkan?” pikir Sang Suami. Tapi istrinya memeluknya erat. Suaranya berbaur bahagia dan haru. “berssyukurlah Adam”. Akhirnya Tuhan member jallan keluarnya”

 

Adam, supir taksi budiman itu terdiam tanpa kata mendengar tutur kisah sang istri, dan melihat “Hadiah Kebaikan” yang dibawanya. Jangan pernah melupakan: Kebaikan itu pasti akan kembali kepadamu, suatu waktu nanti. Berbuat baiklah, dan ingat: “Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan belaka” Jadi, apa kebaikanmu hari ini? (Dikirimkan oleh : Ganjar Nygraha-PP P2Tel; sumber : Abu Ashif Mailana; Syahrial;  Bahan dari :  http://syahrial.web.id/berbuat-baiklah-meskipun-dalam-keadaan-sempit/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code