RSS Feed     Twitter     Facebook

Senam Prolanis Bubat-Dan Health Talk Gangguan Mata 28-11-19

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 70 views    Font size:

Senam Prolanis disediakan untuk Pensiunan yang berpenyakit Kronis yaitu penderita DM (Diabetasi), Hipertensi (HT) dan bisa berkembang juga penyakit Jantung. Senam di lokasi ini (Gedung Graha Merah Putih Buah Batu) diadakan tiap Kamis minggu ke-IV (kali ini diselenggarakan tanggal 28-11-19 mulai Pkl.08.30).

 

Diawali Registrasi Kelompok DM dan kelompok HT, dilanjutkan pengukuran kesehatan yaitu : Cek gula darah, pengukuran tensi, Berat dan tinggi badan serta lingkar pinggang. Dilanjutkan dengan ceramah kesehatan tentang Kelainan mata pada pendertita DM dan HT yang dibawakan oleh dr. Agus.

 

Secara ringkasnya ceramah tentang Penderita DM/HT berpotensi pada gangguan mata yaitu :

a-Retinopati/Hipertensi,bias menyebbkan kebutaan

b-Katarak lensa mata menjadi keruh,

c-Glaukoma penebalan kornea yang menyebabkan meningkatnya tekanan bola mata, dan

d-Sindroma Mata Kering robekan pada permukaan kornea.

 

Setelah acara Health Talk, dilanjutkan dengan Senam Stretching yang digabungkan dengan Yoga dipimpin oleh Mas Diki dan diakhiri dengan peserta mendapat konsumsi.

 

Pada acara Prolanis ini dihadiri 26 peserta. Dan dari hasil pengukuran Kesehatan 6 penderita HT dengan Tensi diatas 140 dan penderita DM sebanyak 3 orang. Mereka dikumpulkan tersendiri, diwawancara oleh dr. Agus dan diberikan arahan agar penyakitnya bissa terkendali.

 

Secara umum kegiatan ini lancar berkat dukungan : Mbak mBak : Yanti, Hanida, Lusi, mas Fajar, mas Diki dan tentu  dengan dokter Agus. Yuk ikuti terus sajian lebih lengkap dari suatu sumber dibawah ini :

 

Ketika kita terkena DM, ancaman komplikasi mengikutinya. Mulai komplikasi jantung, kehilangan anggota tubuh, komplikasi mata, ginjal, gigi, dan komplikasi lain. Bermacam ancaman ini membuat diabetesi terpuruk. Tak jarang keterpurukannya ikut menyumbang gangguan kesehatan lain.

 

DM wajib diwaspadai karena komplikasi “menyeramkan” itu, misalnya mata. Komplikasi mata tak menimbulkan tanda nyata, seperti sakit. Diabetasi baru sadar ketika kualitas penglihatan memburuk. Sering, kerusakan mata akibat DM diketahui ketika komplikasi telah terjadi.

 

Penglihatan menurun itu tanda awal komplikasi mata pada  diabetasi. Gejalanya muncul bertahap, seperti diawali kerusakan ringan, kebanyakan pasien diabetes mengabaikannya dan menganggapnya sebagai gangguan mata biasa. Secara umum, terdapat tiga komplikasi mata yang paling sering terjadi merupakan dampak dari diabetes, yaitu:

 

Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik itu komplikasi mata yang umum pada Diabetasi. Penyakit ini hanya menimpa yang terkena diabetes (terdeteksi atau tidak terdeteksi) Kronis atau menahun. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan kontrol gula darah yang buruk.

 

Retinopati diabetik terjadi saat pembuluh darah di retina rusak. Dalam kasus, kadar gula tinggi membuat pembuluh darah Retina membengkak (edema makula). Ketika ada pembengkakan retina, kemungkinan ada kebocoran pembuluh darah, sehingga bagian belakang mata terhalang akibat darah yang keluar. Hal itu memengaruhi pandangan Anda.

 

Kebanyakan orang sadar dirinya kena retinopati diabetik ketika gejalanya gawat. Penyebabnya penyakit ini tak menimbulkan rasa sakit. Hanya kondisi penglihatan yang menurun. Mereka  menyalahartikan gejala ini dengan mengira penglihatan menurun yang dialami karena usia yang semakin tua.

 

Terkadang, penyakit ini baru menimbulkan gejala ketika sudah berada dalam tahap yang parah. Namun, Anda tetap perlu mengetahui  beberapa gejala dari retinopati diabetik, yaitu:

 

  • Penglihatan terganggu secara tiba-tiba
  • Pandangan kabur
  • Terdapat titik gelap ketika melihat
  • Kesulitan melihat pada malam hari
  • Kehilangan penglihatan

 

Diabetasi harus waspada pada perubahan kadar gula darah yang memperburuk keadaan retinopati. Dalam kasus ini, kadar gula darah itu ketika kadar HbA1C turun hingga 30 mmol/mol atau 3%.

 

Meski terkena komplikasi, Anda dapat mengobatinya. Operasi laser sering digunakan untuk mengobati Diabetasi dengan retinopati diabetik. Agar diingat tiap tahapan retinopati diabetik dapat diobati dengan cara yang berbeda.

 

Katarak

Katarak umumnya menimpa pada Lansia, rata-rata berumur di atas 60 tahun. Diabetasi berpotensi kemungkinan terpapar bahkan di usia sebelum Lansia. Banyak yang usia kurang dari (50) memiliki diabetes, terserang katarak.

 

Katarak itu kekeruhan pada lensa mata dan menyebabkan penglihatan penderita seolah tertutup kabut. Gejala ini tampak ketika katarak pada stadium lebih tinggi. Tahap awal, katarak mungkin tak berdampak apa pun pada penglihatan Anda, sehingga saat terdeteksi pada usia dini, hal ini mengejutkan Anda. Beberapa gejala dari katarak adalah:

 

  • Pandangan berkabut atau kabur
  • Adanya titik-titik ketika Anda melihat
  • Merasa silau oleh lampu yang terang
  • Melihat lingkaran cahaya ketika memandang lampu
  • Penglihatan menjadi menguning
  • Sering kali harus berkedip agar bisa melihat lebih jelas
  • Bagian pupil tampak lebih putih atau abu-abu

 

Meskipun penyebabnya belum diketahui jelas, orang dengan diabetes berisiko 60% lebih besar kena katarak dibanding mereka yang normal. Hal ini dapat dihindari dengan kontrol gula darah yang baik.

 

Tambahan : Riset menunjukkan orang dengan diabetes tipe dua yang menurunkan kadar HbA1C-nya sampai 1%, mampu menurunkan risiko katarak hingga 19%.

 

Metode penyembuhan untuk mengobati katarak dengan dioperasi pengangkatan lensa yang katarak. Lensa yang mengalami katarak itudiganti dengan lensa buatan yang jernih. Prosedur menjalani operasi katarak cenderung aman dan hanya butuh satu hari.

 

Glaukoma

Glaukoma terjadi pada Diabetasi berisiko 40% lebih besar terkena glaukoma dibanding mereka yang tidak memiliki diabetes. Risiko kena glaukoma akan meningkat bila mereka memiliki retinopati diabetik.

 

Glaukoma itu penyakit karena terlalu banyaknya cairan pada bola mata sehingga menekan saraf-saraf di bagian belakang bola mata. Saraf mata ini sekumpulan serat saraf penghubung retina ke otak. Saat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan hal yang Anda lihat ke otak terganggu. Secara perlahan, hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan.

 

Glaukoma sudut terbuka adalah jenis glaukoma yang umum. Penyakit ini jarang disertai gejala pada awal kemunculannya. Itu sebabnya penyakit ini baru terdeteksi ketika keadaan lebih berat. Namun, rasa nyeri tiba-tiba dapat menjadi sinyal dari glaukoma.

 

Beberapa tanda lain yang muncul sebagai tanda dari glaukoma adalah Anda mungkin melihat blind spot berupa area kecil pada penglihatan tepi atau pusat Anda. Keluhan yang muncul berupa penglihatan mengerucut ke depan seperti terowongan atau melihat titik kehitaman yang melayang mengikuti gerakan bola mata.

 

Ketiga penyakit di atas itu komplikasi mata yang sering muncul pada Diabetasi. Ketiganya dapat diobati sebelum seseorang kehilangan penglihatan secara keseluruhan. Karena gejalanya yang tidak menonjol dan muncul secara bertahap, komplikasi mata kadang kala tidak langsung terdeteksi. Seseorang biasanya baru menyadari ketika keadaannya sudah menjadi lebih buruk.

 

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari komplikasi mata, dengan pemeriksaan rutin. Kunjungi dokter mata Anda, minimal setahun 1x untuk memastikan mata Anda sehat.

 

(Data dan Foto Kiriman H. Djuhana dan Mas Fajar; sumber : Ceramah health Talk dari dr, Agus dan dilengkapi dari Rena Widyawinata; Bahan dari : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/diabetes-kencing-manis/komplikasi-mata-akibat-diabetes/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code