Iptek dan Lingk. Hidup

Komplek Balai Kota Tegal Di Aspal Plastik

(beritasatu.com)-Akhirnya Pemkot Tegal dan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) berhasil mewujudkan kerja sama pengaspalan jalan dengan aspal berbahan limbah plastik di Komplek Balai Kota Tegal.

 

Pengaspalan Komplek Balai Kota Tegal diawali Ceremony Pengaspalan Menggunakan “Aspal Limbah Plastik” kerja sama Pemkot Tegal; Inaplas dan Adupi di Pendopo Ki Gede Sebayu Tegal, (3/1219). Jalan yang diaspal ± 1800 m2 menggunakan sampah plastik totalnya  ±267 ribu lembar atau volume ±500 kg.

 

Pengaspalan jalan di Balai Kota ini hasil MoU antara Pemkot Tegal dengan Inaplas yang ditandatangani Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyon dan Waketum Inaplas Suhat Miyarso pada Selasa (5/11/19) di Jakarta.

 

“Setelah MoU ini ada uji coba pengaspalan dari limbah plastik. Ini upaya kita agar plastik tidak cuma dibuang tapi juga dimanfaatkan pengaspalan. Saya harap uji coba ini berhasil dan tidak terkendala. Sehingga nanti akan dilaksanakan untuk seluruh jalan di Kota Tegal,” Ungkap Dedy Yon kepada awak media di Jalan Ki Gede Sebayu, Komplek Balaikota Tegal sebagai lokasi pengaspalan dan didampingi Wawali Tegal Muhammad Jumadi, Direktur Inaplas Edi Rivai, Ketua KPD Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Wilayah Jateng.

 

Dikatakan Dedy Yon, permasalahan limbah plastik harus ada solusi dari masyarakat. Antara lain bank sampah, berupa keterampilan dan kerajinan. “Dan juga digunakan untuk aspal jalan yang hari ini kita laksanakan” ungkap Walikota.

 

Keunggulan aspal plastik jika kena matahari akan memuai dan merapat jika ada pori yang berlubang. Kedepan akan dilaksanakan perbaikan jalan yang rusak di Kota Tegal pakai aspal plastik. “Kita laksanakan bertahap, dengan prioritas mendahulukan jalan rusak lebih dulu diperbaiki,” jelas Dedy Yon.

 

Rivai berterima kasih karena Inaplas berkolaborasi dengan Pemkot Tegal. Hal itu sebagai wujud yang baik dan kedepan diharapkannya akan terus meningkat. Termasuk pengembangan sektor industri plastik dan pengolahan plastik di Kota Tegal, sehingga diharapkan nantinya akan membuka lowongan kerja.

 

Terkait solusi pengolahaan limbah plastik, langkah pertama yakni penggunaan sampah plastik untuk aspal plastik. Yang kedua, mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.

 

“Ini contoh bagaimana mengubah sampah jadi bermanfaat. Dengan sirkular ekonomi ini banyak manfaat baik pada hulu menengah dan hilir, sampai ke pengolahan itu. Jenis sampah yang diolah untuk aspal plastik itu jenis kantong plastik atau kantong kresek (high density polyethylene) yaitu plastik dengan nilai terendah,” jelas Rivai.

 

Dengan contoh pilot project di Tegal, beban lingkungan dan TPA akan berkurang. “TPA bukan tempat sampah, TPA sebagai tempat residu. Jadi kita harapkan masyarakat terus meningkatkan pengelolaan sampah dengan memilah sampah sejak awal, sehingga nilanya bermanfaat bagi semua,” ungkap Rivai.

 

Inaplas sudah bekerja sama dengan PUPR, membangun jalan 22 km di 43 titik lokasi, termasuk di Kota Tegal. “Hasil riset PUPR kekuatan jalan meningkat 40%, dengan demikian biaya perawatan jalan akan lebih murah, lebih efisien dan lingkungan akan lebih baik,” ungkap Rivai.

 

Rivai merinci, jalan yang dibangun di Balai Kota Tegal pakai sampah plastik totalnya ±267 ribu lembar. “Ini baru pilot, ±500 kg. Nanti kedepan akan lebih banyak.,” ungkap Rivai. Dia menekankan yang dihitung bukan dari kilonya tetapi dari jumlah lembaran plastik yang diolah.

 

Asisten Deputi Jejaring Inovasi Maritim, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Maritim dan Investasi Latif Nurbana mengapresiasi program pengaspalan berbahan limbah plastic, bukti nyata dari team work. “Pengaspalan ini dilaksanakan oleh : Pemkot, Inaplas, PUPR, dan instansi daerah. Kalau tidak bekerja sama tidak akan berhasil,” ungkap Latif.

 

Latif menyebut teamwork ini sesuai Perpres  bagian rencana aksi penanganan sampah. Sebab, sebanyak 17 kementerian dan lembaga, sampai 2024 mendapat mandat masing-masing mengurangi sampah plastik jangan sampai ke laut.

 

“Disinyalir Indonesia penghasil sampah laut terbesar kedua di dunia. Karena itu, mari kita turunkan peringkatnya dan komitmen dari wilayah dengan adanya rencana strategis melalui RPJMD. Terpenting adalah keterlibatan seluruh pihak,” pinta Latif.

 

(Jayanty Nada Shofa; JNS; PR dan Bahan dari : https://www.beritasatu.com/nasional/588786/komplek-balai-kota-tegal-kini-diaspal-plastik)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close