PsikologiYAKESTEL DAN OLAH RAGA

Senam Prolanis BB 27-02-20 Dan HBA1c (2/2)

Sajian berikut lanjutan dari kegiatan Senam Prolanis di Gedung Infomedia Buahbatu. Aktivitas tersebut diantaranya para peserta Diabetasi (penderita Diabetes) diukur HBA1c nya. Supaya  tidak penasaran bagi yang belum tahu, dibawah ini dijelaskan  Apa itu HBA1c dari sumber berikut, Monggo

 

(hellosehat)-Tes HbA1c itu pemeriksaan mengukur kadar HbA1c (hemoglobin A1c) atau hemoglobin terglikosilasi. Hemoglobin adalah protein mengandung zat besi dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen. Dalam tubuh, glukosa akan saling mengikat dengan hemoglobing berada di dalam sel darah merah. Jadi, HbA1c adalah hemoglobin yang berikatan dengan glukosa atau hemo.

 

Pemeriksaan HBA1c untuk memantau Diabetasi. Pasalnya, sel darah merah di tubuh yang berikatan dengan glukosa dapat bertahan 2-3 bulan, pula yang berpendapat hingga 120 hari. Karena itu, tingkat hemoglobin yang terglikosilasi menunjukkan tingkat glukosa darah seseorang sekitar 3 bulan.

 

Diabetasi baru akan menjalani pemeriksaan hemoglobin terglikolisasi pertama sebagai patokan awal. Pemeriksaan HbA1c diulang dalam tiga bulan. Kadar gula darah terkendali dengan baik tiga bulan, maka kadar HbA1c menurun dibandingkan 3 bulan sebelumnya. Jika Anda tidak disiplin menjaga pola makan yang baik dan rutin minum obat, kadar HbA1c tetap tinggi.

 

Tujuan pemeriksaan HbA1c rutin adalah mencegah komplikasi DM yang memengaruhi mata, saraf, ginjal, dan dapat menyebabkan kematian. Bila hasil pemeriksaan HbA1c, normal, pasien berpeluang besar terhindari dari komplikasi DM. Bila hasil Hb1Ac lebih tinggi dari batas normal, artinya diabetasi perlu mengubah perawatan dan pengobatan yang ia jalani.

 

Kapan harus menjalani HbA1c?

Setiap Diabetasi wajib memeriksakan hemoglobin terglikolisasi. Waktu terbaik pemeriksaan HbA1c 3 bulan 1x atau minimal setahun 1x. Selain Diabetasi, orang yang direkomendasikan memeriksakan Hb1Ac oleh dokter adalah yang dicurigai mengidap DM atau sebelumnya pradiabetes. Orang ini kemungkinan besar melaporkan gejala diabetes, seperti:

 

a-Sangat mudah haus padahal sudah minum

b-Sering buang air kecil, bahkan hingga mengganggu tidur

c-Mudah lelah dan penglihatan mulai kabur

 

Pencegahan, peringatan

Yang harus diketahui sebelum diperiksa HbA1c

Bebas dari DM, terkena DM, atau berisiko mengalami komplikasi DM adalah hasil dari pemeriksaan Hb1Ac. Ada faktor faktor yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan hemoglobin terglikosilasi dalam beberapa bulan, yaitu:

 

Menjaga pola makan

Hasil pemeriksaan HbA1c berkaitan dengan kadar gula. Bila Anda ingin hasil pemeriksaan HbA1c normal, jaga pola makanan adalah satu caranya.  Perhatikan indeks glikemik (IG) makanan yang Anda konsumsi karena ini memengaruhi kadar gula. Makin tinggi IG, makin cepat makanan membuat kadar gula darah melonjak naik.

 

Jenis makanan ini perlu dibatasi dan diganti dengan makanan yang rendah indeks glikemiknya. Contoh makanan dengan IG rendah : Ikan, sayur, buah segar, dan gandum utuh.

 

Selain kandungan gula, Anda perlu mengurangi penggunaan garam. Perhatikan porsi makanan yang Anda konsumsi. Lebih baik makan dalam porsi kecil namun lebih sering.

 

Olah raga rutin

Agar hasil HbA1c normal, selain pola makan, Anda juga perlu beraktivitas fisik, yakni OR. Anda bias bergabung dengan Klub senam YakesTel di tiap Cabang 2Tel, bisa beraktivitas OR pilihan Anda dan ikut Senam Prolanis bagi penderita penyakit kronis.

 

Saat Anda ber-OR, otot-otot di tubuh akan memakai gula darah sebagai sumber energi. Jadi OR berefek positif pada kadar hemoglobin terglikolisasi. Lakukan latihan aerobik 150 menit tiap minggu atau sekitar 30 menit/hari dengan jenis OR ringan, seperti jalan santai, yoga, berenang, atau bersepeda.

 

Ikuti pengobatan dengan rutin

Bagi Diabetasi, pengobatan mencegah keparahan gejala DM sekaligus mencegah komplikasi. Namun, pengobatan perlu dievaluasi berkala. Agar hasil pemeriksaan HbA1c normal, ikuti pengobatan sesuai dengan anjuran dokter, yakni pilihan dan dosis obat DM atau terapi insulin.

 

Proses

Yang harus dilakukan sebelum menjalani HBA1c

Pemeriksaan Hb1Ac adalah tes darah sederhana yang tidak mengharuskan Anda puasa. Anda juga tidak perlu persiapan khusus. Pemeriksaan bisa tiap saat sepanjang hari.

 

Proses HBA1c

Mengukur HBA1c, sampel darah diambil dari pembuluh vena di lengan Anda dengan jarum kecil. Sejumlah kecil darah dikumpulkan ke tabung atau botol reaksi. Anda mungkin merasa nyeri pada area kulit saat proses penyuntikan.

 

Penjelasan hasil tes dan arti  hasil tes

Anda bebas dari DM jika kadar HBA1c kurang dari 6%. Jika hasil pemeriksaan antara 6 – 6,4%, Anda masuk kategori pradiabetes. Anda harus mengubah gaya hidup agar tidak jadi DM.

 

Bila hasil pemeriksaan HbA1c Anda lebih dari 6,5% maka Anda masuk kategori DM. Lebih jelasnya, simak kategori hasil pemeriksaan HbA1c berikut :

 

a-HbA1c normal: < 6,0%

b-HbA1c prediabetes: 6,0 – 6,4%

c-HbA1c diabetes: ≥ 6,5%

 

Untuk penderita DM, secara umum pengobatan yang baik kadar HbA1c bisa turun jadi 6,5%.  Hasil HbA1c di atas normal, Anda perlu mengubah gaya hidup. Pasien DM, pengobatan sebelumnya harus diubah sesuai kondisi. Kemungkinan, perubahan meliputi jenis pilihan obat dan dosisnya.

 

(Bantuan data dan foto dari Ibu Agung Lestari dan pak Fajar; sumber dari : Aprinda Puji; https://hellosehat.com/kesehatan/tes-kesehatan/tes-pemeriksaan-hba1c/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close