Kesehatan

Pakai Masker Usai DiVaksin Melindungi Nyawa Ribuan Orang

(cnbcindonesia.com)-JAKARTA; Penggunaan masker diproyeksikan menyelamatkan setidaknya 14.000 orang dari kematian akibat Covid-19 pada Agustus 2021.

Pernyataan ini berdasarkan model Covid-19 dari University of Washington Institute for Health Metrics and Evaluation’s (IHME) tentang berapa banyak orang AS yang terus memakai masker saat vaksinasi berlanjut.

Model ini memperkirakan 618.523 orang akan meninggal akibat virus corona di AS pada 1/8/21. Jika 95% populasi AS bermasker, proyeksi turun jadi 604.413 kematian. Dalam skenario kasus terburuk, orang yang divaksinasi penuh kembali ke tingkat mobilitas sebelum pandemi, prediksi tumbuh jadi 697.573 kematian.

Ahli Kesehatan Dr Anthony Fauci mengingatkan vaksin adalah alat efektif melawan penyebaran virus, tapi tidak sempurna dan harus dilengkapi dengan pencegahan seperti bermasker dan menghindari pertemuan di dalam ruangan.

Dikutip dari CNN International, (10/4/2021), faktor proyeksi dalam kecepatan distribusi vaksin serta penyebaran varian yang lebih dapat ditularkan. Saat ini 50 negara bagian di AS memacu proses vaksinasi, namun ahli kesehatan memperingatkan negara itujuga berpacu dengan varian baru yang lebih menular.

Contohnya varian B117 yang ditemukan di Inggris, yang berpotensi menyebabkan lonjakan kasus lainnya. AS pada hari Jumat (9/04/2021) melaporkan setidaknya 80.157 kasus baru.

Dalam 3-4 hari berturut-turut dalam seminggu terakhir AS melaporkan setidaknya 75.000 atau lebih kasus baru menurut Universitas Johns Hopkins. Secara keseluruhan, lebih dari 561.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di negeri Paman Sam ini.

(roi/roi; Rahajeng Kusumo Hastuti;  Bahan dari  : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210410192103-37-236857/pakai-masker-usai-divaksin-bisa-lindungi-nyawa-ribuan-orang)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close