Info Daerah n OpiniIslam

PC Tangsel Gelar KISPA Series 4 Online-Memaknai Lailatul Qadr berbasis Teks-Konteks dan Amal

(Kontributor : Suradi-P2Tel Tangsel)-Istiqomah Bertarbiyah Ramadhan Terbaik 1445H.

Alhamdulillah P2Tel Tangerang Selatan  kembali menggelar KISPA Series 4 secara Online pada Selasa pagi, 26 Maret 2024 pk. 10.00-11.45 Wib. Diselenggarakan secara online  semakin atraktif dan antusias  para pesertanya.

Peserta  tidak hanya berasal dari P2Tel Tangerang Selatan saja namun ada juga yang berasal dari luar Tangerang Selatan antara lain P2Tel Tangerang,  Jakarta Selatan, Bekasi,  Cianjur dan  Sidoarjo.

Dari P2Tel Tangerang Selatan turut bergabung KPC P2Tel Tangerang Selatan, KBPC Tangerang Selatan,  para senior pensiunan antara lain pak Sri Herwibowo,  pak  Aye, bu Nunik,  para pengurus dan para PMP P2Tel Tangerang Selatan  yang beragama Islam. Turut berbagi berperan untuk suksesnya acara ini sebagai Host Eko Yulianto, co Host Ina Marsina dan kameraman A. Makmur serta pembawa acara H. Zawawi.

Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dan sari tilawahnya.

Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran surat Al Qadr ayat 1 s.d. 5   dibacakan oleh Qori  H. Djufri dan pembaca saritilawah adalah Muhani dengan kemerduan lantunan  bacaannya getarkan dan tenangkan hati serta  semakin memantapkan  pemahaman arti atau terjemahan apa yang tersurat  dalam  ayat-ayat suci tersebut.

Manfaatkan sehatmu sebelum datang sakit-mu, manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sempit-mu. Dalam kesempatan yang berharga dan mulia ini KBPC P2Tel Tangerang Selatan (Budi Saptono) mengungkapkan tidak terasa 10 hari pertama ramadhan telah kita lalui, dan saat ini telah memasuki 10 hari kedua.

Apa yang sudah kita lakukan di 10 hari pertama ramadhan  sebaiknya menjadi bahan evaluasi dan muhasabah agar ibadah hari2 berikutnya bisa lebih baik lagi. Mengajak diri saya pribadi dan bapak/ ibu sekalian untuk terus istiqomah  berlomba lomba dalam kebaikan  mengisi kegiatan bulan ramadhan ini seperti :  ber-sedekah, semangat mengerjakan sholat-sholat sunnah dan tilawah al’quran.

Lebih jauh Budi Saptono saling mengingatkan dengan mengutip salah satu hadits bahwa  “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu, meskipun sedikit” (HR. Muslim). Oleh karena itu manfaatkan sehatmu sebelum datang sakit-mu, manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sempit-mu. Tetap jaga kesehatan kita selama bulan ramadhan agar ibadah kita bisa maksimal

Dalam kesempata ini juga disampaikan info kekinian.

Pertama Data Ulang (DATUL) bahwa Data PMP wajib Datul SM-1 2024 Tangsel sebanyak  754 PMP, posisi pertengahan Maret masih ada ada 312 PMP belum melakukan Datul mandiri, namun saat ini sudah turun menjadi 290 PMP yang belum menyelesaikan Datul mandiri, utk itu bagi Bapak/ Ibu yang belum melaksanakan Datul mandiri bisa segera menghubungi Para Komsat di wilayahnya masing-masing dan Komsat ybs akan membantu utk men-datulkan bapak/ ibu, karena kalau sampai tgl 15 juni 2024 belum menyelesaikan kwajiban Datul, maka MP (Manfaat Pensiun) ybs akan ditangguhkan pembayaran oleh Dapen.

Kedua, MUNAS P2TEL bahwa pada tanggal  30 April s/d 1 Mei 2024 akan dilaksanakan MUNAS ke-IX di Bandung yang salah satu agendanya akan memilih Ketua Umum (KETUM) P2TEL Pusat, Mari kita doakan bersama, siapapun nanti yang terpilih sebagai Ketua Umum P2TEL bisa membawa perubahan yang lebih baik &  kesejahteraan anggota P2Tel akan menjadi perhatian.

Memaknai Lailatul Qadar.

Alhamdulillah  Allah pertemukan dengan guru kita Ustadz Dr. Nurudin Hery Kustanto, MM atau lebih dikenal Ustadz ENHAKA telah menyelesaikan studi S3 di Universitas Negeri Jakarta dan sedang menyelesaikan S3 di PTIQ Jakarta.

Di bidang organisasi sebagai Dewan Syuro FMMB dan Dewan Syuro Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Selain itu mengabdikan diri sebagai Ketua Lembaga Hubungan & Kerjasama Internasional PWM Prov Banten, Wakil Ketua PDM Tangsel, Ketua PCM Serpong Utara Tangerang Selatan.

Setelah diperkenalkan biodata singkat narasumber oleh Suradi selaku moderator maka narasumber dalam tausiyahnya langsung menjelaskan studi komparasi surat Al Qadr dalam 2 versi Bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Untuk melibatkan peserta maka narasumber mengajukan beberapa pertanyaan untuk direspon para peserta jawabannya mulai dari arti lailatul qadr, kejadian lailatul qadr, pengertian i’tikaf, amalan ketika melakukan i’tikaf, di masjid Masjidil Haram sholat tarawih malam ke berapa yang paling ramai dan pengetahuan tentang cuaca saat lailatul qadr.

Ada metodologi sederhana secara teks banyak dijelaskan dalam Al Quran dan Hadits dan secara konteks antara lain masih terjadinya kemiskinan, ketidakberdayaan dan keterbelakangan.

Secara amal sebagai role model adalah  KH. Ahmad Dahlan dengan organisasi Muhammadiyah merespon konteks tersebut   dengan pendirian panti asuhan, pemberdayaan umat, pendidik dan kepedulian sosial.

Menandai Lailatul Qadar.

Dalam upaya menandai Lailatul Qadar (kemuliaan) terdapat beberapa pendapat mulai dari para tokoh ulama internasional (Syech Muhammad Abduh Al Azhar, Mesir, 1321H) dan ulama nasional Prof. Dr. Quraish Syihab serta analisis keberadaan lailatul qadar dari sudut pandang matematika.

Secara konteks dan amal semakin memperjelas tentang lailatul qadar dengan amaliyahnya.

Pertama, bentuk syukur terbaik terhadap lailatul qadar adalah membaca, memahami, menghayati dan mengamalkan.

Kedua, kedekatan kita dengan Al Quran dari kuantitas menuju kualitas dan berani berubah melalui komunitas.

Ketiga, sikap kita adalah samikna wa athakna dengan belajar ilmu tentang lailatul qadar.

Keempat, memburu lailatul qadar semakin baik secara kuantitas (sholat fardhu berjamaah, ZIS, komunitas dakwah) dan secara kualitas (syukur dan sabar).

Kelima, lakukan langkah secara berjenjang level 1 (sholat jmaah, tarawih, baca Quran), level 2 (level 1 ditambah perbanyak sholat sunnah, khatam Quran dan doa di malam ganjil), level 3 (level 2 ditambah tadabur dan muhasabah, doa malam selama Ramadhan) dan level 4 (level 3) ditambah makin memberikan manfaat muamalahnya.

Ada 13 amalan Lailatul Qadar menurut Imam Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi. Sebagai ikhtiar menggapai Lailatul Qadar terdapat 13 amalan.

(1) Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal seribu rupiah dalam 10 malam terakhir.

(2) Kerjakan sholat sunnah minimal 2 rakaat tiap malam.

(3) Bacalah surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam.

(4) Bacalah tafsir surat Al Qadr dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadr.

(5) Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal sholeh dan ibadah.

(6) Hafalkan doa malam  Laitul Qadr yang diajarkan Rasulullah.

(7) Sempatkan tidur siang (qaylulah) sejenak jika memungkinkan.

(8) Jangan lupakan keluargamu.  Nabi Muhammad SAW senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat walau mungkin tidak selama orang dewasa. Semangati dan berilah motivasi pada mereka.

(9) Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri akan berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah.

(10) Jagalah perut agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah ‘Isya’ dan Tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.

(11) Seluruh ibadah di bulan Ramadhon ini bukanlah ajang untuk pasang status.

(12) Sabar adalah kunci untuk mendapatkannya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Di siang hari anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktivitas lain. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin.

(13) Ini yang paling penting : Berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun.

Di akhir tausiyah Ustadz ENHAKA menegaskan bahwa kita boleh saja shaleh ritual namun belum cukup sehingga perlu ditambah shaleh sosial dan shaleh peradaban.

Peserta bertanya, Ustadz menjawab dan sebaliknya.

Sebagai media yang komunikatif dan interaktif maka Suradi memandu acara tanya jawab dengan diawali pesan moral Belanja buah manggis, di waktu ba’da sholat subuh. Tausiyahnya sungguh sistematis dan isinya sungguh menyentuh.

Peserta semakin antusias dan bersemangat buktinya tercatat beberapa peserta mengajukan pertanyaan melalui media chat dan melalui raise hand.

Dalam kesempatan ini juga diberikan 2 pertanyaan oleh narasumber dan 1 pertanyaan oleh KPC P2TEL Tangsel kepada peserta KISPA Series 4 online. Para peserta antusias dan terus bersemangat berusaha manjawab pertanyaan secara langsung. Sebagai apresiasi 3 orang peserta yang beruntung mendapat sweetener cashless  adalah bu Ellin, pak Yasril dan bu Mei Dianawati. Selamat kepada yang beruntung dan kita tetap semangat tebarkan manfaat dan istiqomah bertarbiyah.

Kesimpulan dalam perspektif proses dan hasil.

Suradi selaku moderator menyimpulkan dengan pointers Approach : secara teks bersumber pada Al Quran, Hadits dan pendapat serta pandangan para ulama internasional dan nasional.

Secara konteks : kemiskinan, ketidakberdayaan dan keterbelakangan umat. Deployment: secara amaliyah pendirian panti asuhan, pemberdayaan, pendidikan dan peduli sosial sesama dan lingkungan.

Learning : ikuti kajian majlis ilmu dan  perbaiki diri secara istiqomah.

Integration :  bergabung dengan komunitas seperti P2TEL dengan kegiatannya, masjid terdekat, forum masjid dalam beribadah dan beramaliyah. Result : akhir kehidupan yang husnul khatimah.

Ada peserta sebagai testimoni secara alamiah yang terkesan mendalam atas materi dan cara penyajiannya sehingga menyentuh hati pada diri peserta tersebut dan bahkan meneteskan air  mata sebagai wujud bermuhasabah diri.

Akhirnya  di penghujung acara KISPA Series 4 secara online  ini  ditutup dengan  untaian  doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Dr. N. Hery Kustanto, MM.

Bila tuan ke masjid raya, pakai  baju koko  warna putih.

Kepada seluruh peserta, kami ucapkan  terimakasih

Indah nian bunga melati, warnanya sungguh mempesona.

Semoga Allah pertemukan kita kembali, di majlis ilmu berikutnya.

(Kontributor : Suradi-P2Tel Tangerang Selatan)-FR *

PC Tangsel Gelar KISPA Series 4 Online-Memaknai Lailatul Qadr berbasis Teks-Konteks dan Amal

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close