Solusi Bagi Penderita Hipertensi & DM Bandung Tengah Ikut Prolanis

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Yakes Telkom TPKK BUBAT maka Klub Senam Prolanis Buahbatu melakukan kegiatan Preventif dan Promotif kesehatan untuk pensiunan yang memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan Diabetes (DM).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026 bertempat di Yakes Buahbatu dan diikuti sebanyak 150 orang pensiunan dan keluarga, adapun rangkaian kegiatan/acara sebagai berikut :
- Senam Sehat dengan Instruktur Ibu Lily Basworo
- Ceramah kesehatan oleh dr. Jani Heriwijani SpS, FMIN,FNB,FEE (RS Borromeus)
- Pemeriksaan lab dari Tim Prodia Seluruh peserta Prolanis
- Pembagian Snack
Ceramah Kesehatan : dokter Jani Heriwijani menyampaikan tentang penyakit DM, Hipertensi dan Komplikasi Saraf.
Kriteria Diagnosis (ADA)
Kriteria diagnosis diabetes mellitus menurut American Diabetes Association (ADA) mencakup kadar HbA1c ≥ 6,5%, gula darah puasa ≥ 126 mg/dL, tes toleransi glukosa oral 2 jam ≥ 200 mg/dL, atau gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL disertai gejala klasik.
Tipe Utama Diabetes Melitus
- DM Tipe 1: Terjadi karena sistem kekebalan tubuh merusak sel pankreas sehingga tubuh tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali. Kondisi ini sering muncul pada anak-anak atau remaja dan membutuhkan suntikan insulin seumur hidup.
- DM Tipe 2: Terjadi saat tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan baik atau kurang menghasilkan insulin (resistensi insulin). Tipe ini paling sering terjadi pada orang dewasa dan sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup serta berat badan
- DM Gestasional: Merupakan jenis diabetes yang timbul sementara pada ibu hamil akibat perubahan hormon. Biasanya kadar gula darah akan normal kembali setelah melahirkan.
Mekanisme Komplikasi Saraf Akibat Diabetes Melitus
Komplikasi saraf akibat DM, atau disebut neuropati diabetik, terjadi karena kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah kecil penyuplai nutrisi saraf, memicu penumpukan zat kimia beracun seperti sorbitol, menimbulkan stres oksidatif, serta memicu peradangan kronis yang mengganggu fungsi hantaran sinyal listrik saraf.
Berbagai Komplikasi Saraf AKibat Diabetes Melitus
- Neuropati Perifer: Menyerang kaki, tungkai, tangan, dan lengan; gejala meliputi kesemutan, rasa terbakar, nyeri tajam, atau mati rasa.
- Neuropati Otonom: Memengaruhi saraf organ internal; memicu gangguan pencernaan (gastroparesis), masalah buang air kecil, atau perubahan tekanan darah mendadak.
- Neuropati Fokal/Proksimal: Menyebabkan nyeri mendadak pada satu saraf tertentu, sering kali di bagian paha, panggul, atau dada.
Neuropati Perifer – Komplikasi Saraf Paling Umum
Menyerang saraf di tangan dan kaki, dimulai dari ujung jari kaki.
- Kesemutan rasab terbakar, mati rasa atau nyeri serti ditusuk jarum.
- Pola “stoking and glove” – mati rasa menyebar sepeerti memakai kaus kaki da sarung tangan.
50% penderita diabetes mengalami neuropati perifer setelah 10 tahun.
Neuropati Otonom – Saraf “Otomatis” yang terganggu.
1.Jantung – detak jantung tidak teratur, tekanan darah turun saat berdiri (hipotensi ortostatik).
2.Pencernaan – Gastro paresis, Lambung lambat mengosongkan isi, menyebabkan mual, kembungda muntah.
3.Kandung Kemih- Sulit buang air kecil atau tidak merasakan kandung kemih penuh.
4.Seksual – Disfungsi ereksi pada peria, kekeringan vagina pada wanita.
Neuropati Fokal & Proksimal….dua bentuk neuropati yang sering diabaikan namun dapat sangat membatasi aktivitas sehar-hari.
- Neuropati Fokal (Mononeuropati) – Kerusakan satu saraf spesifik – saraf wajah; (Bell”s palsy), saraf mata (penglihatan ganda), atau carpal tunnel syndrome.
- Neuropati Proksimal ( Amiotrofi Diabetik) – Nyeri hebat dimpaha, atau bokong, otot paha melemah dan mengecil secara bertahap.
Komplikas Diabetes Melitus Lainnya :
Tujuh Komplikasi DM yang sering terjadi : kerusakan ginjal (nefropati), penyakit jantung dan stroke, kerusakan saraf (neuropati), gangguan penglihatan (retinopati), luka kaki diabetik atau ulkus, masalah infeksi kulit, serta disfungsi seksual. Kondisi ini muncul akibat kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah dan jaringan tubuh seiring waktu.
Bagaimana Mendeteksi Neuropati Diabetik? Neuropati diabetik dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik, tes kepekaan saraf sederhana seperti penggunaan monofilamen 10 gram pada kaki, serta evaluasi gejala mati rasa, kesemutan, atau nyeri di klinik atau rumah sakit terdekat.
Mitos dan Fakta Obat DM
Banyak orang salah paham tentang obat penurun gula darah. Mitos utama menyebutkan bahwa obat kimia merusak ginjal atau boleh dihentikan jika kadar gula sudah normal. Padahal, faktanya obat medis justru melindungi organ tubuh dari komplikasi, dan gula darah yang stabil adalah hasil kerja obat tersebut.
Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati, berarti menjaga tubuh tetap sehat jauh lebih murah, mudah, dan nyaman daripada harus menanggung rasa sakit serta biaya mahal saat sakit, yang perlu dilakukan :
- Kendalikan Gula Dar
- Gaya Hidup Sehat
- Kontrol rutin
- Tidak merokok
Hipertensi Pembunuh Diam-Diam – si pembunuh senyap atau silent killer karena kondisinya sering tanpa keluhan, penderita merasa sehat, dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Tekanan darah normal adalah di antara 120/80 mmHg, sementara seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darahnya mencapai atau melebihi 140/90 mmHg.
Komplikasi saraf akibat hipertensi terjadi karena tekanan darah merusak pembuluh darah di otak dan jaringan saraf- Masalah utama meliputi stroke (sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak), ensefalopati hipertensi (bengkak di otak karena tekanan ekstrem), neuropati optik (rusaknya saraf mata), serta demensia vaskular akibat kurangnya aliran darah kronis ke otak.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi serius pada organ tubuh lain, seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal (gagal ginjal), gangguan penglihatan (retinopati),
Komplikasi pada Jantung dan Pembuluh Darah
- Penyakit jantung koroner: Arteri menyempit akibat penumpukan plak.
- Serangan jantung: Aliran darah ke jantung terhenti total.
- Gagal jantung: Jantung tidak mampu memompa darah dengan baik.
- Aneurisma: Dinding pembuluh darah melemah dan menonjol, berisiko pecah.
Tanda bahaya yang harus diwaspadai
- Sakit Kepala Hebat Mendadak
- Wajah/Lengan/Kaki Lemas Mendadak
- Bicara tiba tiba Pelo atau Tidak Nyambung
- Penglihatan mendadak kabur atau ganda
- Penurunan Kesadaran mendadak.
Pencegahan Hipertensi :
- Olah raga teratur
- Jaga berat badan
- Kelola Stress, tidur cukup obat rutin, kontrok rutin.
Demikian sikilas info Penyakit Diabetes, Hipertensi dan Komplikasi Saraf…
Salam sehat selalu dan jangan lupa bahagia bersama keluarga.
(kontributor p2tel banteng…..@ahs)-FR*




