Islam

Waktu (TA 144)

Bila Allah SWT memakai waktu untuk bersumpah, pastilah pada waktu mengandung tanda-tanda yang dapat diambil banyak pelajaran. Allah tidak akan menggunakan sesuatu untuk bersumpah tanpa memiliki makna. Dalam Al Qur’an Allah bersumpah,
“Demi masa (waktu, jaman)” (QS Surat Al ‘Ashr 103:1).

Dalam waktu memang mengandung berbagai kejadian dan perbuatan, baik yang buruk maupun yang baik. Dalam waktu terjadi sebuah pengalaman. Dalam waktu terjadi proses kebijaksanaan. Dalam waktu juga terjadi kejahatan. Dalam waktu pula terjadi kerusakan. Pokoknya apapun, terjadi dalam waktu. Bila tidak ada waktu, tidak akan ada apa-apa.

Allah menciptakan keseimbangan dalam jagad raya, sehingga ada tata-surya, orbit matahari, bumi, bulan dst., sehingga terjadilah waktu. Pada jaman Rasulullah, perhitungan jam baru ada lima abad kemudian, untuk waktu shalat digunakan petunjuk letak matahari. Al Qur’an sudah mengisyaratkan bahwa waktu itu sesungguhnya relatif.

Dalam surat Al Kahfi (QS 18:9-14), dikisahkan tentang tiga orang pemuda yang tertidur selama 300 tahun, tanpa terjadi perubahan fisik dalam tubuhnya. Juga perjalanan Rasulullah dalam Mi’raj perjalanan yang sesungguhnya 50 ribu tahun yang dalam dimensi yang kita kenal, hanya dijalani selama satu malam saja. Lamanya ruh orang yang sudah wafat selama di alam kubur, juga merupakan petunjuk bahwa bagi Allah waktu itu bukan sesuatu yang pasti.

Semua orang memiliki 24 jam sehari, namun ada orang yang menikmati dengan nyaman seharian, namun ada yang luar biasa sibuk, sampai-sampai banyak hal yang tidak sempat dilakukan, apalagi ibadah. Mereka lupa bahwa waktu itu ciptaan Allah, luangkanlah waktu untuk Pencipta waktu, niscaya Allah akan melebihkan waktu untuknya. Subhanallah. (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close