RSS Feed     Twitter     Facebook

Yang Samar Malah Menguntungkan(TA 201)

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 19 views    Font size:
Yang Samar Malah Menguntungkan(TA 201)

Siapa yang tidak mengenal Profesor R.William Liddle ahli Indonesia, dari Ohio State University. Ia g pengamat politik, kolumnis yang rajin menulis di berbagai journal asing dan surat kabar Indonesia. Banyak di wawancarai di TV. Ia cermat menulis tentang Indonesia, walau kadang komentarnya blak2-an cukup memanaskan kuping.

Bersama Thomas B.Pepinsky dan Saiful Mujani, Liddle pernah menulis sebuah artikel “Testing Islam’s Political Advantage: Evidence from Indonesia” (MPSA,2012). Terpikir olehnya adakah keuntungan  partai2 berbasis Islam bila mereka mengangkat platform ekonomi dalam kampanyenya.

 

Ia kemudian mengadakan penelitian dan dalam salah-satu hipotesa-nya ia mengharapkan hasil bahwa issue program pengembangan ekonomi dan pemerataan tidak akan menguntungkan partai Islam, kecuali bila program itu di kemukakan secara samar dan tidak jelas.

Ia mengadakan survey menjaring 2.548 penduduk Indonesia yang 88.3% mengidentifikasikan dirinya muslim.  Secara random responden dipilih berdasar 11 katagori yakni, jenis kelamin, penduduk kota atau desa, suku bangsa Jawa atau bukan, tua / muda, pekerja tetap, pendapatan kecil, santri, pro penerapan syariah Islam dan pro Islam terjun dalam politik.

 

Survey dilakukan di seluruh daerah di Indonesia dan berhasil mendapatkan 89.3% respons. Pertanyaan-pertanyaan kualitatif diajukan dalam bentuk statement dan diolah dan disajikan dalam bentuk kuantitatif.

Hasilnya memang sesuai dengan hipotesa awal, bahwa partai Islam yang mengangkat issue ekonomi hanya diuntungkan bila konstituennya memang tidak sepenuhnya mengerti akan platform ekonomi yang di bawa partai Islam.

 

Padahal sebagian besar responden muslim menempatkan kesejahteraan, pengangguran, kestabilan harga dan keamanan sebagai prioritas utama. Partai Islam akan makin diuntungkan bila partai lain yang bukan berbasis Islam tidak memiliki kader ekonom yang handal.

 

Ditemukan juga bahwa hanya sedikit konstituen yang memprioritaskan penerapan hukum islam (2.3%) dan nilai-nilai moral (1.7%). Partai Islam terbukti diuntungkan karena tingkat pengetahuan sebagian konstituennya yang belum tinggi.

Temuan Liddle ini memang bisa diperdebatkan dengan kritis, misalnya, ia memang gamang dalam menempatkan posisi PAN dan PKB yang bukan partai Islam, padahal basis masanya adalah muslim. Selain Golkar, para ahli ekonomi seperti diketahui juga ada berkumpul di PAN.

Pemilihan Umum masih cukup lama lagi, namun para elit politik sebaiknya mempertimbangkan temuan-temuan yang kaya dari Liddle ini, karena kelak para pemilih sudah akan makin cerdas dan faham mana emas, mana Loyang belaka. (Sadhono Hadi; dari grup WA-BPTg)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*