RSS Feed     Twitter     Facebook

Embun Pagi-Logika

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 21 views    Font size:
Embun Pagi-Logika

Allah juga ada memainkan logika tingkat tinggi dalam membuktikan kebenaran Al Qur’an. Cobalah cucu perhatikan surat Al Lahab. Abu Lahab, paman Nabi SAW, saudara dari ayah beliau. Nama aslinya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib.

 

Seperti diketahui, Uzza adalah nama berhala yang dipuja oleh orang Quraisy. Ia mendapat julukan Abu Lahab, artinya “Pak Menyala”, karena wajahnya yang tampan dan bersinar. Istrinya bernama Arwa, saudara perempuan dari Abu Sufyan. Kedua suami istri ini, sejak zaman sebelum Islam sangat menyayangi keponakannya, Muhammad.

 

Namun setelah Nabi mulai berda’wah, mulailah ia benci dan menantang Nabi. Ia selalu mengiringi Nabi dan setelah Nabi selesai da’wah, ia katakan pada pendengar2nya, bahwa Nabi itu pendusta, apa yang dikatakannya dusta, Al Qur’an itu dusta. Allah lalu menurunkan surat Al Lahab, “Akan masuklah dia (Abu Lahab) ke dalam api yang me-nyala2. Dan istrinya, pembawa kayu bakar….. “(QS 111:3-5).

 

Banyak orang Quraisy yang benci Nabi kala itu, namun hanya Abu Lahab yang disebut dalam Al Qur’an dan di vonis “masuk Neraka”. Apakah Allah tidak ter-buru2 menurunkan vonis? Bukankah para pembenci Islam lain Umar bin Khattab, Khalid bin Walid, Abu Sufyan dll. kemudian masuk Islam dan jadi pahlawan Islam atau menurunkan pimpinan Islam?

 

Mengapa takdir Abu Lahab sudah di turunkan pada saat ia masih hidup dan segar bugar? Apakah Abu Lahab, kelak tidak mungkin mendapat hidayah dan menjadi pembela Islam?

 

Sejarah mencatat, Abu Lahab wafat pada saat mendengar bahwa kaum Quraisy menderita kekalahan besar pada perang Badar, perang yang ia ikut membiayai dan ia berharap pasukan Quraisy menumpas habis Islam beserta keponakannya itu. Ia terkejut dan schock sampai pada kematiannya.

 

Jadi ada rentang waktu panjang antara turunnya surat Al Lahab dengan kematiannya. Sepuluh tahun. Allah memberi kesempatan ke Abu Lahab untuk bertobat, Allah menantangnya untuk mengucapkan “Laa Ilaha Illallah”,

 

Yang dengan ucapan itu, sekalipun berdusta, ia bisa meruntuhkan kebenaran surat Al Lahab, sekaligus ia bisa menuduh Muhammad itu dusta dan sekaligus ia bisa membuktikan Al Qur’an itu salah. Tapi ucapan yang hanya membutuhkan waktu beberapa detik dalam sepuluh tahun itu tidak pernah ia lakukan dan Al Qur’an tetap terjaga kebenarannya. Subhanallah.

 

Cucuku, yang menemukan alur logika itu adalah seorang ilmuwan, ahli matematika dari Amerika Serikat, Dr.Gary Miller, yang kemudian meyakini bahwa Al Qur’an itu benar-benar firman Allah dan bukan buatan Nabi Muhammad SAW. (ditulis kembali dari buku Kisah2 Inspiratif, Sadhono Hadi- EP-021; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code