RSS Feed     Twitter     Facebook

Hoax penculikan anak-Siber Polda Jabar pelototi Medsos

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 2 views    Font size:
Hoax penculikan anak-Siber Polda Jabar pelototi Medsos

(news.detik.com)-BANDUNG; Polda Jabar bergerak menyusul maraknya hoax isu penculikan anak di medso). Tim siber Polda Jabar menelusuri akun2 yang menyebarkan konten hoax penculikan anak.

“Kalau ada di Jabar akan kita tindak, selidiki, proses sampai penyidikan. Tim siber kita bergerak” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ke detikcom via pesan singkat (31/10/18).

Akhir2 ini tengah marak isu penculikan anak di medsos dan ditelusuri ternyata hoax. Di daerah2, kata Truno, isu ini muncul menampilkan wajah pelaku yang bukan pelaku penculikan. Maraknya isu hoax membuat masyarakat tak terkecuali warga Jabar khawatir.

Dia beri contoh kasus2 hoax penculikan anak. Seperti di Pontianak muncul isu penculikan anak dengan menampilkan foto wajah pria ditangkap warga. Hasil penyelidikan foto yang diunggah dengan menyelipkan isu penculikan anak itu pencuri ponsel.

Di daerah lain (), penculikan anak muncul dengan isu mengambil mata korban dan penemuan mayat pembunuhan. Hasil penyelidikan : Kasus itu hoax dan foto yang diselipkan ternyata foto kasus lain.

Isu serupa terjadi di Kota Sukabumi saat muncul viral perempuan berbaju merah diisukan menculik anak. Hasil penyelidikan, perempuan berbaju merah bukan penculik tapi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). “Untuk yang di Sukabumi Kota kita lakukan penyelidikan” kata Truno.

Selain di Sukabumi, di Bandung juga muncul isu penculikan anak yang hoax. Saat itu, muncul pesan berantai tentang penculikan anak bermodus ajak main game di kawasan Cisaranten, Arcamanik. Hasil penyelidikan polisi, isu itu hoax dan foto perempuan di pesan itu seorang sales sebuah perusahaan.

Banyaknya isu hoax penculikan anak ini, pihaknya berpesan ke warga Jabar untuk tak langsung percaya. Sebab hal itu bisa menimbulkan keresahan warga. Dia juga mengingatkan untuk tidak menyebarluaskan informasi hoax pada orang lain bila mendapat info itu.

“Untuk masyarakat kita minta kroscek dulu, bila mendapat informasi. Lalu tidak mudah menyebarkan berita-berita. Karena secara tidak sadar, akan turut menyebarkan hoax,” katanya. (dir/mud; Dony Indra Ramadhan; ┬áBahan dari : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4281517/marak-hoax-penculikan-anak-siber-polda-jabar-pelototi-medsos)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code