Pengalaman Anggota

Kentut

Anak kelas 1 Madrasah Ibtidaiah, sudah tahu kalau kentut itu membatalkan wudhu. Kalau wudhunya sudah batal, ya sholatnya tidak sah. Makanya kalau kita terlanjur kentut, maka wudhunya harus diulang kembali

Jadi apakah di Mesjid kita dilarang kentut? Saya belum pernah membaca larangan semacam itu. Jadi boleh-boleh saja. Andaikata sedang ada acara di mesjid, tiba-tiba ada bau kentut, ya
tinggal ditunggu siapa yang berdiri dan mengambil wudhu lagi.
Tetapi tunggu dulu, setua umur saya ini, saya belum pernah mencium bau kentut di mesjid, apalagi bunyi orang kentut. Yang banyak saya lihat orang berdiri kemudian keluar mesjid, saya
yakin mereka pada kentut di luar. Inilah yang disebut etika kentut.

 

Agar tidak mengganggu baik bunyi maupun bau, para pekentut yang beretika ini ramai-ramai buang gas diluar dan kembali mengambil wudhu kembali. Etika kentut ini ingin saya usulkan untuk di terapkan bukan saja di mesjid tapi di tempat public yang lain. Apa harus dibuat Perdanya ya?

Penyebab kentut adalah ternyadinya akumulasi senyawa Gas ini terutama berisi: nitrogen, oksigen, metan (diproduksi bakteri atau kuman dan mudah terbakar), karbondioksida, hidrogen dan lain-lain. Gas yang keluar dapat berbau menyengat akibat kandungan gas bergugus indol atau hidrosulfida (S-H) yang tercampur. Apakah gas kentut itu berbahaya?

 

Gas metannya mudah terbakar, sehingga secara teori kalau kita sulutkan api di lubang anus saat orang kentut, apinya akan membesar. Sedang gas Hidrogen Sulfida, sama dengan bau bila anda masuk ke ruangan Battere saat Rectifier di Kantor Telepon status Charging.
Menyengat dan tidak nyaman. Bau lainnya, tentu saja tergantung asupan si pengentut sebelum kentut, apakah petai, kacang mente, kubis atau lettuce. Apakah gas kentut berbahaya? Ya, bila satu kelas yang berisi 40 murid secara serentak bersama-sama kentut.
Pada tahun 60an, di sebuah asrama mahasiswa di Bandung, diadakan kontes kentut, pemenangnya adalah mas R asal dari Malang, yang bisa mengatur kentutnya, 16 x berturut-turut tanpa jeda.

Pria dan wanita tidak ada bedanya dalam kentut, namun wanita lebih dapat menjaga diri, dan menahan kentutnya. Celakanya, akumulasi gas ini, bila ditahan, padahal senyawanya
bertambah-tambah selama berhari-hari demi estetika. Bila kentut banyak ditahan, akumulasi gas yang bertumpuk dan saat dikeluarkan, bau lebih menyengat.

 

Menahan kentut membuat perut mulas dan sakit. Saya pernah menunggui pasien yang berhari-hari tidak bisa kentut, kasihan, menderita betul. Jadi anda bisa kentut, juga anugrah Tuhan.  (Salam-SH)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close