Pengalaman Anggota

Antara Ganyong dan Garut

Awal mula diskusi ini terjadi saat para pendaki Maribaya mencicipi Ganyong di tempat parkiran Taman Maribaya. Saya menemukan makanan langka ini di Pasar Suci kemarin harinya, saya hanya membeli sedikit, karena saya pikir banyak yang tidak suka. Ternyata para pendaki ini cukup kelaparan, semua bekal, nasi ketan, pisang goreng, kacang rebus, ketela rebus, tape goreng dan tentu saja Ganyong licin tandas.

Sambil mengunyah ganyongnya, pak Mustajab mengatakan bahwa kandungan serat dari makanan ini tinggi, tentu saja, karena sesungguhnya ganyong itu adalah rimpang, atau bagian batang
yang terpendam di dalam tanah. Beda dengan Garut.

 

‘Garut?’, pak Nanang Hidayat, Ketua Zakatel itu bertanya. Dengan jelas pak Mustajab menerangkan makanan yang orang Jawa menamakannya Garut. Pak Nanang memperkirakan tentu tumbuhan ini dibawa oleh orang Garut ke timur dan disana untuk mudahnya dinamakan Garut.

Tentu saja tidak benar. Bila ini tanaman asli Garut, tentu pak Nanang mengenalnya dengan baik. Arairut atau Arrowroot atau Maranta arundinacea, ini tidak akan tumbuh dengan baik di pegunungan Garut, karena untuk tumbuh dengan subur Arairut ini memerlukan tanah yang sedikit berpasir dan pada dataran rendah.
Biasalah, orang Jawa ini senang menambah ‘G’ pada awalan vocal, ingat nama Siti Aisah yang indah itu, di Jawa Timur di rubah menjadi Siti Ngaisah! Arairut lebih mudah diucapkan Garut oleh lidah Jawa.

Sosok tanaman Ganyong, berbatang lunak, dengan daun hijau kemerahan yang menempel di batang, serta di pucuknya tumbuh bunga yang berwarna merah. Sedangkan daun Arairut atau Garut ini berwarna hijau mengkilat dan tangkai daunnya semua tumbuh dari pangkal. Umbinya banyak berwarna putih dan panjang-panjang, menyenangkan.

 

Umbi ini mengandung tepung pati yang sangat halus dan mudah dicerna untuk makanan bayi dan
orang-orang sakit (sumber: Hutan dan Kebun, Departemen Kehutanan 1999). Bila anda ke Jateng atau Jatim, daerah-daerah dekat hutan jati, cobalah cicipin penganan yang terbuat dari Garut ini dan sambil merem letakan diatas lidah dan jangan dikunyah…… Salam. (SH)-FR

———-

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close