Iptek dan Lingk. Hidup

Kopi dan Kanker Kulit

SATU lagi manfaat kopi ditemukan para pakar kesehatan dari Universitas Harvard, AS, baru-baru ini.
Berdasarkan pengamatan yang dipimpin Jiali Han, kafein dalam kopidapat mengurangi risiko bahaya sel carcinoma yang dikenal sebagai cikal bakal kanker kulit. Han bersama timnya menganalisis data studi kesehatan 112.897 partisipan selama 20 tahun.

 

Dalam pengamatan itu, sebanyak 22.786 partisipan diketahui mengalami perkembangan sel carcinoma. Diketahui, partisipan yang mengalami risiko terkecil terkena dampak buruk perkembangan sel itu memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi, juga minuman lain yang mengandung kafein seperti teh, cokelat, dan minuman soda.

“Pengamatan itu juga menemukan kecilnya risiko kesehatan lain seperti diabetes tipe 2 dan parkinson,“ kata Han dalam laporan penelitian yang dipublikasikan lewat jurnal American Associaton for Cancer Research.

Meski demikian, tim belum mengetahui bagaimana kafein berguna dalam menangkal risiko kanker kulit. Sebelumnya diketahui bahwa mengonsumsi kafein memperendah risiko depresi pada perempuan. (ThW; Live Science/DK/X-5; Media Indonesia, 5 Juli 2012 )-FR

Catatan :

  1. Tidak ada peminum kopi di rumah saya, sampai ibu Willy Moenandir menasihati almarhumah istri saya, untuk orang setua kita sebaiknya memang mengisi diet kita dengan kafein. Kalau tidak biasa minum kopi, sekali-kali kita makan permen yang mengandung kopi. Ada sisi baik kopi untuk kesehatan kita.
    Salam. (SH)
  2. Sebagai kebiasaan dua-tiga jam setelah jogging, saya meminum secangkir kecil kopi (tulen dan beraroma arabica), nikmat sekali, rasa badan nyaman. Tapi, kalau meminum secangkir kopi ini sore hari, rasanya – cenderung berakibat buruk sulit tidur dimalam hari. Saya juga baru tahu kalau kopi ada hubungan dengan anti-kanker. Salam “…. kopi beraroma…..” (ThW)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close