Psikologi

Belajar dari Keledai

Dikisahkan, suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani sibuk memikirkan langkah apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, petani memutuksan dramatis. Dengan justifikasi  keledai itu sudah tua dan sumur perlu di timbun (karena berbahaya ), maka tak ada gunanya menolong keledai. Dia mengajak tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Keledai menyadari yang terjadi dan dia menangis sedih. Kemudian semua orang takjub karena keledai itu diam justru setelah orang-orang bermaksud menguburnya hidup-hidup. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, mereka melihat ke sumur dan tercengang dengan yang dilihatnya.

Walau punggungnya terus tertimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Dia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
Sementara para tetangga si petani terus menuangkan tanah ke atas punggung hewan itu dan si keledai terus mengguncang-guncangkan badannya lalu melangkah naik. Setapak demi setapak. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncat ke tepi sumur dan melarikan diri… !!!

 

Pelajaran berharga yang patut kita simak, bahwa tiap makhluk hidup harus mampu mengatasi tantangan yang dihadapinya dalam menggapai niat untuk berprestasi dan bermanfaat. Dan yang cepat putus asa akan, akan digilas keadaan, sehingga harapannya sirna (GWAP)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close