Psikologi

Tergantung cara pandang

Seorang pengusaha dari Jakarta berlibur dan berada di dermaga di desa pesisir di Raja Ampat ketika sebuah perahu kecil dengan hanya satu orang nelayan berlabuh. Di dalam perahu kecil ada beberapa ekor ikan kuning yang besar.

 

Pengusaha itu memuji nelayan atas mutu ikan yang ditangkap dan bertanya berapa lama waktu untuk menangkapnya. Nelayan itu menjawab butuh sebentar saja untuk menangkapnya. Pengusaha itu kemudian bertanya mengapa dia tidak keluar lebih lama dan menangkap lebih banyak ikan? Nelayan mengatakan ikan itu cukup untuk mendukung kebutuhan keluarganya.
Pengusaha bertanya, “Tetapi apa yang anda lakukan dengan sisa waktu anda?”
Nelayan Raja Ampat itu berkata, “Saya tidur larut malam, bermain dengan anak-anak saya, tidur siang dengan istri saya, Maria, berjalan-jalan ke desa tiap malam di mana saya minum kopi dan bermain gitar dengan teman-teman saya. Saya memiliki kegiatan menyenangkan yang lumayan sibuk, Pak..”
Pengusaha itu mengejek, “Saya seorang MBA dari Harvard dan bisa membantu anda. Anda harus menghabiskan lebih banyak waktu menjala ikan dan dengan hasil yang lebih besar itu, beli perahu yang lebih besar. Dengan hasil dari perahu yang lebih besar, anda bisa membeli beberapa perahu, akhirnya anda akan memiliki armada perahu nelayan.
Alih-alih menjual hasil tangkapan anda ke tengkulak. Anda akan menjual langsung ke pabrik, akhirnya anda bisa membuka pabrik pengalengan anda sendiri. Anda akan mengontrol produk, pengolahan dan distribusi.

 

Anda akan perlu untuk meninggalkan desa nelayan pesisir kecil ini dan pindah ke kota, pertama Makassar dan akhirnya ke Jakarta tempat anda akan menjalankan perusahaan anda yang semakin berkembang…”
Nelayan bertanya, “Tapi, berapa lama akan saya perlu melakukan hal itu?”
Pengusaha menjawab, “15 sampai 20 tahun.”
“Tapi apa itu tidak melelahkan, Pak?”
Pengusaha itu tertawa dan berkata, “Itu bagian yang terbaik. Ketika waktunya tepat anda akan mengumumkan IPO dan menjual saham perusahaan anda kepada public dan menjadi sangat kaya. Anda akan menghasilkan uang milyaran.”
“Milyaran, Pak? Lalu apa?”
Pengusaha itu berkata, “Anda akan pensiun. Pindah ke desa nelayan pesisir kecil di mana Anda akan tidur larut malam, bermain dengan cucu-cucu, mengambil tidur siang dengan istri Anda, berjalan-jalan ke desa di malam hari di mana Anda bisa minum kopi dan bermain gitar dengan teman Anda..”
Nelayan: “Bukankah saya sekarang sudah seperti itu?” (Suhirto M)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close