Psikologi

Bersedekah kepada pengemis

Sepasang suami isteri sedang makan di rumahnya. Dan seseorang mengetuk pintu rumahnya. Rupanya seorang pengemis dan membuat si isteri terharu dan hendak memberikan sesuatu. Dia minta izin terlebih pada suaminya, “Kang, aku mau memberi makanan kepada pengemis itu”.

Suaminya punya karakter beda dengan wanita itu. Dengan lantang dan kasar menjawab, “Tidak usah, usir saja dia, dan tutup kembali pintunya” Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan lelaki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Beberapa tahun sesudahnya si isteri itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota lain dan hidup berbahagia. Suatu saat wanita itu makan dengan suaminya yang baru. Saat itu ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang.

 

Setelah pintunya dibuka tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata pada suaminya, “Bang, aku mau memberi sesuatu kepada pengemis ini?”. Suaminya menjawab, “Berikanlah makan pengemis itu!”.

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis? apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”.

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, “Bang, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu ?. Dia adalah suami pertamaku dulu.”

Mendengar info isterinya demikian, suami baru terkejut, tapi segera ia balik bertanya, “Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya”.
Roda hidup selalu berputar. Anda tidak akan pernah tahu posisi Anda akan diatas atau di bawah.

Pesan Moral : “Jangan Bersikap Sombong ketika berada diATAS, tebarkan perbuatan baik dimana – mana maka anda akan menerima balasannya”. (Suhirto M; http://www.dudung.net/teknologi-informasi/keajaiban-hidup.html)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close