Psikologi

Remaja senang atlit Korea

Bagi remaja yang hidup di dunia hiperrealitas saat ini, yakni era yang dituntun oleh model model realitas tanpa asal-usul dan referensi (Baudrillard, 1983), bintang televisi adalah idola baru. Suatu fenomena yang digelisahkan para orang tua dan berbagai tokoh agama karena icon-icon yang mereka agungkan dimasa lalu tidak lagi menjadi idola remaja.

 

Sebuah realitas yang dikhawatirkan pengusung moralitas dan etika karena simbol-simbol nilai konservatisme mereka: orang tua, guru, pemimpin masyarakat, pahlawan bangsa, tidak lagi menjadi rujukan para remaja dalam membentuk tingkah lakunya.

Remaja telah memiliki idola baru yang idola ini biasanya adalah para artis, bintang film, ataupun selebritis, atau orang-orang yang sering tampil di media massa utamanya saat ini adalah televisi.

Kegelisahan dan kekhawatiran yang boleh jadi bermotif kecemburuan dan persaingan perdagangan nilai, dimana icon dan nilai yang kita tawarkan tak lagi laku, ataupun boleh jadi pula berakar dan melihat gejala pengidolaan yang ternyata mengarahkan pada histeria dan kegilaan remaja.

 

Pengidolaan terhadap bintang idolanya ini dianggap sebagai kegilaan, dalam paradigma pengusung nilai lama, adalah ketika melihat remaja seringkali bertindak diluar rasio demi bintang idolanya tersebut. (Adi Djoko)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close