Pengalaman Anggota

Kreatifitas

Sepulang dari sholat ashar di masjid, saya dapati sekumpulan anak-anak sedang bermain-main di jalanan dalam komplek perumahan. Dari kejauhan nampak seseorang menjajakan bakso. Berbeda dengan penjaja bakso yang banyak kita jumpai, penjaja bakso kali ini tidak lagi menggunakan gerobak dorong, tetapi menggunakan sepedamotor.

 

Cara menjajakannya pun tidak lagi dengan memukul mangkok, tetapi sudah “full electronic” sehingga kita bisa dengar teriakannya lewat corong mini bertenaga accu, tanpa khawatir si penjaja menjadi serak karena berteriak-teriak.

 

“Bakso Malang, Bakso Malang, Campur Sari……”
Sebuah kreatifitas atau inovasi yang biasa, tetapi menjadi luar-biasa tatkala pelakunya adalah penjaja bakso dan ternyata kreatifitasnya itu memicu kreatifitas yang lain.

Syahdan, ketika si penjaja mendekati kumpulan anak-anak sambil berteriakan “Bakso Malang, Bakso Malang, Campur Sari……” tanpa disangka-sangka anak-anak itu pun spontan menyahut : “Bakso Malang, Bakso Malang, Campur Ta……”

Saya hanya bisa tersenyum sambil ngelus dada, sebab di dekat anak-anak itu ada orang tua mereka. (Harits AT)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close