Hobi danKetrampilan

Alun-alun Selatan Yogya

Alun-alun Selatan adalah pintu belakang istana Jogya. Namanya kori wingking ya tidak semegah Alun-alun Utara yang dikelilingi bangunan megah termasuk gerbang Istana. Tidak ada bangunan megah ditempat itu, bahkan keberadaan kandang Gajah menunjukan statusnya sebagai ujung jauh keraton kasultanan Jogya. Namun justru karena kedudukannya yang seolah klas dua itu, alun-alun selatan menjadi salah satu simpul kreativitas orang Jogya.

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, sudah banyak penduduk, laki-laki, perempuan, tua, muda, anak sekolah, mahasiswa, karyawan, pensiunan, kaya, miskin yang berolah raga di tempat itu. Semua giat mencari keringat, ada yang lari cepat, lari anjing, jalan cepat, jalan santai atau jalan turun naik trotoar menghindari orang-orang yang jalan ngobrol menggerombol.
Tersedia juga bagi yang ingin membesarkan spier lengan, olah raga jungkit yaitu kita duduk dan dengan tenaga kita sendiri mendongkrak tubuh kita keatas. Kuat berapa kali? Lima? Sepuluh?
Dua puluh? Setelah lari, belasan lesehan dengan makanan kecil, makanan ringan, jajanan maupun sarapan kelas berat.

 

Macam-macam yang ditawarkan, soto, opor ayam, bubur ayam ala Bandung (Bandung memang kiblatnya kuliner), nasi uduk, nasi kuning, gorengan, arem-arem dan masih banyak lagi yang menggoda selera. Jangan pula kita meremehkan warung di pojokan, yang menyediakan
menu istimewa soto ayam, pecel dan brongkos. Kelezatan brongkos yang mengandung belasan bumbu di warung itu, sudah tersiar di beberapa Koran dan majalah local.

Sore lewat waktu Ashar, Alun-alun Selatan seolah menjadi puncak keramaian pesta rakyat. Kendaraan-kendaraan berhias lampu warna-warni dengan hiasan lampu yang bergambar jerapah, gajah, burung, semar, bunga apa saja kerlap-kerlip seolah tidak menyisakan satu pun sisi jalan yang gelap.

 

Menjelang matahari temaram di ufuk Barat, tempat itu makin ramai orang melepaskan diri dari kepenatan. Atraksi-atraksi menghibur sambil atau sekedar mencuci mata. Banyak jajanan dan mainan anak-anak dijajakan cukup untuk membuat anak kecil merengek menarik-narik lengan ibu papa-nya. Setelah mendekap mainan, anak-anak ini minta naik dokar mini yang ditarik oleh domba yang lari mak-srintil melintasi rumput alun-alun.

Tidak lengkap laporan saya bila tidak menceritakan tentang misteri beringin kembar yang berada di tengah-tengah Alun-alun Selatan. Misteri ini banyak di coba oleh banyak orang dari segala lapisan, usia golongan maupun daerah. Orang Jogya, Wonosari, Muntilan, pensiunan, bahkan 4T dari Bandung juga boleh mencoba, gratis.

 

Mudah sekali, masuklah dari sisi utara alun-alun dan berjalan kira-kira 40 meter menuju ke celah di
antara dua beringin itu dengan mata tertutup. Celah itu sangat lebar, beberapa belas meter, tapi toch banyak yang gagal. Aneh-aneh saja orang Jogya ini. (Sadhono Hadi; Creator of Fundamen Top40; Visit http://fundamen40.blogspot.com)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close